Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sosok ini yang Ajarkan Netanyahu Cara Melobi Trump Agar Mau Menyerang Iran

Sosok ini yang Ajarkan Netanyahu Cara Melobi Trump Agar Mau Menyerang Iran Kredit Foto: X
Warta Ekonomi, Jakarta -

Senator Partai Republik Amerika Serikat (AS), Lindsey Graham, kembali menjadi sorotan setelah melontarkan pernyataan keras terkait perang melawan Iran.

Serangan militer bersama antara AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 lalu mendapat dukungan luas dari politisi Partai Republik di Kongres.

Beberapa minggu sebelum konflik terbaru di Timur Tengah pecah, Graham diketahui beberapa kali mengunjungi Israel untuk bertemu pejabat intelijen dari Mossad.

"Mereka memberi tahu saya hal-hal yang bahkan tidak disampaikan oleh pemerintah kami sendiri," ujar Graham.

Menurut laporan The Wall Street Journal, dalam kunjungan tersebut Graham juga bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan memberikan saran mengenai cara melobi Presiden Trump agar mengambil tindakan militer terhadap Iran.

Lewat bocoran cara melobi Trump, akhirnya Netanyahu menunjukkan informasi intelijen dan akhirnya meyakinkan Trump untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Graham dikenal sebagai salah satu senator paling keras dalam mendukung kebijakan militer AS di luar negeri. Dalam dua dekade terakhir, ia mendukung hampir semua intervensi militer Amerika di Timur Tengah.

Ia termasuk pendukung kuat Iraq War, konflik yang menewaskan lebih dari 270.000 warga sipil Irak dan menyebabkan negara tersebut jatuh ke dalam kekacauan politik serta memunculkan kelompok militan seperti Al-Qaeda dan ISIS.

Graham juga mendukung intervensi militer di Syria dan Libya, yang memicu konflik panjang dan krisis kemanusiaan di kedua negara tersebut. Graham bahkan secara terbuka meminta negara-negara Teluk untuk ikut menyerang Iran.

"Ya, saya ingin mereka ikut dalam pertempuran. Kita menjual senjata kepada mereka. Iran menyerang negara mereka dan mereka punya kemampuan militer," katanya.

Graham juga memberi sinyal bahwa pemerintah AS mungkin akan mengalihkan perhatian ke Cuba.

"Lihat topi ini? ‘Free Cuba’. Nantikan saja. Pembebasan Kuba akan segera datang. Kita bergerak ke seluruh dunia, menyingkirkan pihak-pihak jahat. Kuba berikutnya,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat