Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pelibatan Perempuan dalam Program MBG Akan Bawa Perubahan Besar

        Pelibatan Perempuan dalam Program MBG Akan Bawa Perubahan Besar Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, meyakini pelibatan perempuan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai garda terdepan pengelolaan pangan akan membawa perubahan besar.

        Hal tersebut disampaikan Wamen PPPA pada acara Diskusi Publik Refleksi Program MBG, beberapa waktu lalu.

        Baca Juga: Menteri PPPA Dorong Perempuan Berdaya Bagi Diri Sendiri

        Dirinya pun mendorong pelibatan perempuan tidak hanya sebagai penerima manfaat, tapi juga dalam meningkatkan kualitas program MBG yang telah berjalan selama satu tahun ini.

        “Program MBG bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat. Kami ingin anak-anak hidup sehat dan terpenuhi gizinya agar Generasi Emas kita diisi dengan sumber daya manusia berkualitas. Oleh karenanya, program ini yang awalnya diperuntukan bagi anak sekolah kemudian diperluas kepada ibu hamil dan menyusui untuk mengurangi angka stunting. Di sinilah kita melihat pentingnya melibatkan perempuan. Perempuan di akar rumput identik sebagai juru masak di keluarga dan berperan dalam pemenuhan gizi keluarga. Maka peran perempuan harus didorong agar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor utama dalam pengelolaan dan keberlanjutan Program MBG,” ucapnya, dikutip dari siaran pers Kemen PPPA, Selasa (3/12).

        Wamen PPPA meyakini bahwa ketika perempuan diberikan kesempatan untuk terlibat secara aktif, dampak yang dihasilkan akan membawa perubahan besar. Keterlibatan perempuan dalam proses pengelolaan MBG dinilai mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan program secara berkelanjutan.  

        “Program MBG sebenarnya sudah banyak dikelola oleh perempuan. Namun, kami ingin terus meningkatkan kualitasnya agar memberikan manfaat gizi yang lebih baik lagi. Kami ingin dapur tidak hanya menjadi tempat penyediaan makanan, tetapi juga berkembang sebagai komunitas kampung ilmu yang merubah pola piker dan prilaku masyarakat. Tujuan kami adalah mendorong perempuan agar berdaya dengan ikut serta dalam pengelolaan agrikultur berbasis komunitas, hingga menghasilkan manfaat ekonomi restoratif yang tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Wamen PPPA.

        Dewan Pakar Badan Gizi Nasional (BGN), Ikeu Tanzia, menjelaskan bahwa Program MBG berorientasi pada Konvensi Hak Anak untuk memastikan pemenuhan hak gizi terbaik bagi anak serta menjamin tumbuh kembang anak yang berkualitas. Ke depan, peningkatan kualitas MBG akan terus dilakukan melalui berbagai upaya lintas sektor.

        “Penerima manfaat MBG tidak hanya anak sekolah atau peserta didik, tetapi juga kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada wajib melayani kelompok 3B karena kelompok ini sangat berpengaruh terhadap penurunan angka stunting. Kalau mereka kekurangan gizi maka potensi akan melahirkan angka stunting,” kata Ikeu.

        Ikeu menambahkan, untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Program MBG, kolaborasi terus diperkuat dengan pemerintah daerah serta Kepala Pelayanan Pembangunan Gizi. 

        Koordinasi dilakukan dalam pembangunan tata kelola dan sistem informasi data yang presisi, meliputi anggaran, capaian program, penerima manfaat, serta titik lokasi SPPG. Selain itu, untuk menjaga standar kualitas layanan, SPPG perlu memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang diterbitkan oleh dinas kesehatan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: