Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Resmikan Revitalisasi 2 Sekolah, Mendikdasmen: Jangan Sampa Ada Sekolah Atapnya Roboh

        Resmikan Revitalisasi 2 Sekolah, Mendikdasmen: Jangan Sampa Ada Sekolah Atapnya Roboh Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan program revitalisas sekolah merjadi prioritas pemerintah guna memastikan seluruh satuan pendidikan berada dalam kondisi yang aman dan layak digunakan.

        Ini disampaikan Mendikdasmen saat meresmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan di SD Negeri Wonorejo 2, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, serta SMP Negeri 1 Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

        Baca Juga: Menko Airlangga Apresiasi Capaian Kontingen Wushu Indonesia dalam SEA Games 2025 Thailand

        “Jangan sampai ada sekolah yang rusak, atapnya roboh, atau ruang belajarnya membahayakan peserta didik. Karena itu revitalisasi sekolah menjadi prioritas agar pendidikan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, Jumat (9/1).

        Menteri Mu’ti menambahkan, dengan pola pelaksanaan oleh masing-masing sekolah program revitalisasi juga daapt menyerap tenaga kerja dari warga setempat, menggerakkan ekonomi lokal, dan belanja materialnya juga berasal dari lingkungan sekitar. “Program revitalisasi membuat pembangunan berjalan, ekonomi bergerak, dan sekolah menjadi lebih layak untuk belajar,” tuturnya.

        Pada tahun 2026, pemerintah telah mengamankan alokasi awal dalam APBN sebesar Rp 14 triliun untuk merevitalisasi sekitar 11 ribu sekolah. Namun, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, cakupan program ini akan diperluas hingga sekitar 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

        Kabupaten Demak menjadi salah satu daerah penerima manfaat signifikan. Sebanyak 110 satuan pendidikan di Demak telah direvitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp 76 miliar. Rinciannya meliputi 4 PAUD, 73 SD, 16 SMP, 6 SMA, 7 SMK, 1 SLB, dan 3 PKBM. Salah satu sekolah penerima manfaat revitalisasi adalah SD Negeri Wonorejo 2 Demak dengan dukungan anggaran sebesar Rp2.229.803.192. 

        Bupati Demak, Eisti’anah, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Demak mengajukan 89 titik program revitalisasi satuan pendidikan pada tahun 2025 sebagai upaya memenuhi kebutuhan perbaikan sarana sekolah di daerahnya. “Kami berharap bantuan revitalisasi ini terus berlanjut, agar masyarakat Demak benar-benar dapat merasakan kelayakan sarana dan prasarana pendidikan,” ujar Eisti’anah.

        Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SD Negeri Wonorejo 2 Demak, Ronsi, mengatakan bahwa dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi 12 ruang kelas, ruang administrasi, ruang teknologi informasi, ruang UKS, gedung perpustakaan, satu paket toilet, serta pembangunan dua paket toilet baru.  “Dana revitalisasi ini sangat membantu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan layak,” ungkap Ronsi.

        Revitalisasi Sekolah di Kabupaten Jepara

        Selanjutnya, program revitalisasi juga menjangkau Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dengan total 120 satuan pendidikan yang terdiri atas 58 SD, 39 SMP, 4 SMA, 12 SMK, dan 1 SKB, dengan dukungan anggaran sebesar Rp92.393.430.569.

        Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan bahwa Kabupaten Jepara memperoleh dukungan besar melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari pemerintah pusat. Ia menyebut bantuan tersebut mencakup sekolah negeri dan swasta dari berbagai jenjang dengan nilai puluhan miliar rupiah. “Program revitalisasi ini sangat membantu daerah. Jepara menerima revitalisasi untuk ratusan satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP, dengan total anggaran sekitar Rp60 miliar,” ujarnya.

        Selaku penerima manfaat program, Kepala SMP Negeri 1 Tahunan Jepara, Adi Sasono, menyampaikan bahwa sekolahnya menerima bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebesar Rp720 juta untuk rehabilitasi empat ruang kelas. “Alhamdulillah bantuan revitalisasi untuk empat ruang kelas sudah kami selesaikan 100 persen, baik fisik bangunan maupun penganggarannya,” jelas Adi.

        Ia menjelaskan bahwa melalui efisiensi pelaksanaan, hasil revitalisasi dapat dimanfaatkan lebih optimal. “Dari empat ruang kelas tersebut bisa kami kembangkan menjadi lima ruang kelas, dan sisa materialnya kami manfaatkan untuk perbaikan teras masjid sekolah,” kata Adi.

        Dampak langsung revitalisasi sekolah dirasakan oleh Guru SMP Negeri 1 Tahunan, Nur Huda, mengungkapkan bahwa sebelum dilakukan perbaikan, kondisi bangunan sekolah yang telah berdiri sejak 1983 kerap mengalami kebocoran dan menimbulkan kekhawatiran saat kegiatan belajar berlangsung. “Setelah diperbaiki, ruang kelas menjadi jauh lebih nyaman. Kami tidak lagi waswas ketika hujan turun karena atap sudah aman,” tuturnya. 

        Dari sisi peserta didik, kebahagiaan atas perubahan kondisi sekolah juga dirasakan oleh para siswa SD Negeri Wonorejo II, Akbar dan Dania, menyampaikan rasa senang atas perubahan kondisi sekolah mereka. Keduanya menilai ruang kelas kini lebih baik dan membuat mereka lebih semangat mengikuti pelajaran.

        Selain pembangunan fisik, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan digital interaktif serta menyelenggarakan pelatihan guru, termasuk pembelajaran mendalam, kecakapan, serta pengenalan coding dan kecerdasan buatan (AI) sebagai mata pelajaran pilihan. Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan mendukung terwujudnya pendidikan bermutu bagi seluruh peserta didik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: