- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Prabowo Dijadwalkan Resmikan Kilang Terbesar RI Hari Ini, Simak Fakta RDMP Balikpapan
Kredit Foto: Antara/Indrayadi TH
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Pertamina Internasional RU V Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (11/7/2026).
Proyek strategis bernilai US$7,4 miliar atau setara Rp123 triliun ini resmi menjadi kilang minyak terbesar di Indonesia dan diproyeksikan sebagai pilar utama swasembada energi nasional.
Proyek RDMP Balikpapan dibangun sejak 2019 oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), anak usaha PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) selaku Subholding Refining & Petrochemical PT Pertamina (Persero). Proyek Strategis Nasional (PSN) ini didanai melalui skema ekuitas sebesar US$4,3 miliar serta pinjaman Export Credit Agency (ECA) senilai US$3,1 miliar.
Dengan rampungnya proyek tersebut, kapasitas pengolahan Kilang Balikpapan meningkat signifikan dari 260 ribu barel per hari (bph) menjadi 360 ribu bph. Peningkatan kapasitas ini berdampak langsung pada produksi bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Produksi bensin (gasoline) melonjak dari 42 ribu bph menjadi 142 ribu bph, sementara solar (gasoil) meningkat dari 125 ribu bph menjadi 156 ribu bph. Produksi avtur naik menjadi 41 ribu bph, sedangkan Liquid Petroleum Gas (LPG) melonjak tajam dari 48 ribu ton per tahun (KTPA) menjadi 336 KTPA.
Baca Juga: Pertamina Pamerkan RDMP Balikpapan yang Telan Investasi Rp123 Triliun
Pengembangan RDMP Balikpapan bertumpu pada fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang memungkinkan pengolahan residu minyak menjadi produk bernilai tinggi dengan standar emisi Euro 5. Kehadiran unit ini mendorong Nelson Complexity Index (NCI) kilang meningkat dari 3,7 menjadi 8,0, serta Yield Valuable Product (YVP) naik 16% menjadi 91,8%.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan RDMP Balikpapan merupakan proyek strategis yang dibangun secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“RDMP Balikpapan menjadi fondasi penting penguatan sistem energi nasional. Melalui pengembangan infrastruktur yang terintegrasi, Pertamina memastikan keandalan pasokan minyak mentah dan operasional kilang yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Baron dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/1/2026).
Baron menambahkan proyek tersebut sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah. “Proyek RDMP Balikpapan akan mendukung visi Asta Cita Pemerintah dalam menjaga ketahanan dan kemandirian energi nasional,” katanya.
Baca Juga: Proyek RDMP Balikpapan Segera On-Stream, Kapasitas Kilang Pertamina Melejit ke 360 Ribu Barel
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menilai operasional RDMP Balikpapan berpotensi menjadi game changer bagi industri migas nasional, khususnya dalam menekan defisit neraca perdagangan migas.
“Di tahun 2026 untuk biodiesel B50 sudah dalam uji coba akan selesai di semester pertama. Jika B50 kita pakai dan RDMP kita di Kalimantan Timur sudah terjadi, maka kita tidak akan melakukan impor solar lagi di tahun 2026,” tegas Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Selain BBM, RDMP Balikpapan juga memperluas lini petrokimia dengan kapasitas produksi propylene sebesar 225 KTPA dan sulfur 58 KTPA. Proyek ini dilengkapi infrastruktur logistik baru berupa dua tangki penyimpanan masing-masing berkapasitas 1 juta barel serta fasilitas Single Point Mooring (SPM) yang mampu melayani kapal tanker hingga 320.000 DWT.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri