Kredit Foto: Youtube IDN
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas A. M. Djiwandono dikabarkan akan mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Informasi yang beredar menyebutkan Thomas akan menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dalam waktu dekat. Namun, hingga kini belum terdapat konfirmasi resmi dari BI maupun Kementerian Keuangan.
Kabar tersebut menyebutkan penunjukan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI dipandang sebagai bagian dari proses pembelajaran sebelum dirinya dipercaya menduduki jabatan Gubernur Bank Indonesia di masa mendatang. Seiring isu tersebut, seperti apakah latar belakang dan rekam jejak Thomas A. M. Djiwandono?
Thomas A. M. Djiwandono atau yang akrab disapa Tommy lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo, serta keponakan Presiden Prabowo Subianto. Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia pada periode 1993–1998.
Baca Juga: BI Catat Utang Luar Negeri RI Menyusut Jadi US$423,8 miliar di November 2025
Dari sisi pendidikan, Thomas menyelesaikan studi Sarjana Studi Sejarah (Bachelor of Arts in History) di Haverford College, Amerika Serikat, pada 1994. Ia kemudian meraih gelar Master of Arts (M.A.) di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, pada 2003.
Karier profesional Thomas dimulai di dunia jurnalistik. Pada 1993, ia tercatat sebagai wartawan magang di majalah Tempo. Setahun kemudian, ia bergabung dengan Indonesia Business Weekly sebagai jurnalis. Pengalaman tersebut berlanjut ke sektor keuangan ketika ia berkarier sebagai analis keuangan di NatWest Markets Jakarta pada periode 1996–1999.
Setelah itu, Thomas melanjutkan kiprahnya sebagai konsultan di Castle Asia pada 1999–2000. Di sektor bisnis, ia bergabung dengan Comexindo Internasional pada 2004 dan menempati sejumlah posisi strategis, mulai dari Direktur Pengembangan Bisnis (2004–2008), Deputi CEO (2008–2009), hingga CEO pada periode 2010–2024. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Deputi CEO Arsari Group sejak 2011 hingga 2024.
Baca Juga: BI Proyeksikan Penjualan Eceran Desember 2025 Tumbuh 4,4%
Di bidang politik, Thomas tercatat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra sejak 2008. Pengalaman di pemerintahan dimulai ketika Presiden Joko Widodo melantik Thomas sebagai Wakil Menteri Keuangan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 45/M Tahun 2024 pada 18 Juli 2024 di Kabinet Indonesia Maju.
Pada periode pemerintahan berikutnya, Thomas kembali dipercaya menjabat Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia dilantik pada 21 Oktober 2024.
Baca Juga: Kemenkeu Bantah Purbaya Resmikan Pinjaman Online Al Mubarok
Warta Ekonomi telah mencoba mengonfirmasi kabar penempatan Thomas di Bank Indonesia. Namun, hingga berita ini ditayangkan, pihak Bank Indonesia maupun Kementerian Keuangan belum memberikan tanggapan resmi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: