Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Istana Sebut Danantara Sudah Tunjuk Satu BUMN untuk Urusi Tekstil

        Istana Sebut Danantara Sudah Tunjuk Satu BUMN untuk Urusi Tekstil Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Istana Kepresidenan menyatakan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara saat ini telah memiliki satu badan usaha milik negara (BUMN) yang secara khusus ditugaskan menangani sektor tekstil dan garmen nasional. BUMN tersebut difokuskan untuk menjaga keberlanjutan usaha serta merespons tekanan yang dihadapi industri tekstil, termasuk kasus PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).

        Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, keberadaan BUMN tekstil di bawah Danantara sejatinya bukan kebijakan baru, melainkan bagian dari penataan peran negara dalam menopang sektor strategis yang tengah menghadapi tekanan berat.

        “Kalau berkenaan dengan BUMN tekstil, sebetulnya bukan sesuatu yang baru ya karena di bawah Danantara,” ujar Prasetyo saat ditemui awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/1/2026).

        Baca Juga: BUMN Tekstil Disiapkan Demi Selamatkan Puluhan Ribu Pekerja

        Menurut Prasetyo, pemerintah kini telah menugaskan satu BUMN untuk secara khusus fokus menangani persoalan industri garmen dan tekstil nasional. Penugasan tersebut mencakup upaya menjaga kesinambungan usaha, menstabilkan operasional, serta merespons tekanan likuiditas dan perubahan permintaan pasar yang berdampak langsung pada sektor tersebut.

        “Kita sekarang memiliki satu BUMN yang memang fokus, diminta fokus untuk menangani masalah garmen, kemudian masalah tekstil, terutama yang berkaitan dengan kemarin kejadian yang menimpa Sritex,” paparnya.

        Ia menjelaskan, pembentukan serta penguatan mandat BUMN tekstil di bawah Danantara masih berada dalam tahap proses. Pemerintah saat ini tengah merampungkan berbagai tahapan administratif dan kelembagaan agar peran BUMN tersebut dapat berjalan efektif dalam waktu dekat.

        “Jadi ini sedang proses, kita harapkan dalam waktu dekat semua proses sudah bisa diselesaikan. Sehingga Sritex bagaimanapun kita harus selamatkan dalam artian kegiatan ekonominya tetap harus berjalan,” kata Prasetyo.

        Baca Juga: Danantara Buka Suara Soal BUMN Tekstil Rp101 Triliun

        Prasetyo menegaskan, fokus pemerintah tidak hanya menyasar penyelamatan korporasi, tetapi juga menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi yang menopang tenaga kerja dalam jumlah besar. Industri tekstil dan garmen dinilai sebagai salah satu sektor padat karya dengan rantai produksi panjang dari hulu hingga hilir.

        Ia mencontohkan Sritex sebagai salah satu pelaku utama industri tekstil nasional yang memiliki kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan kegiatan ekonomi. Perusahaan tersebut tercatat mempekerjakan sekitar 10.000 karyawan dan menghasilkan produk pakaian serta seragam untuk kebutuhan domestik maupun pasar ekspor.

        “Karena di sana kurang lebih mempekerjakan 10.000 karyawan dan cukup besar kegiatan ekonomi yang dihasilkan dari produk-produk pakaian, seragam, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor ke mancanegara,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Uswah Hasanah
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: