BSI Perluas Transaksi Digital di Pasar, Dorong Pedagang Naik Kelas!
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mempercepat transformasi digital dengan menyasar ekosistem pasar sebagai salah satu fokus penguatan layanan.
Strategi ini ditempuh untuk semakin mendekatkan layanan BSI ke seluruh segmen nasabah sekaligus memperluas penetrasi produk keuangan syariah di tengah aktivitas ekonomi masyarakat.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menegaskan bahwa pasar memiliki peran strategis karena menjadi pusat perputaran transaksi harian.
"Pasar menjadi salah satu tempat perputaran ekonomi harian masyarakat. Untuk itu kami hadir mempercepat transaksi jual beli melalui optimalisasi layanan digital yang dimiliki BSI", ujar Anton.
Baca Juga: Ada Cashback Emas hingga 1 Gram/Hari dari BSI
Transformasi digital pun dipandang sebagai faktor kunci dalam mendorong akselerasi peningkatan inklusi layanan syariah.
Karena itu, pada tahun ini BSI terus memetakan kelompok nasabah yang perlu mendapatkan akses layanan digital, termasuk para pedagang di pasar tradisional yang memiliki potensi transaksi besar dan berkelanjutan.
Secara nasional, perluasan transformasi digital BSI telah masuk ke berbagai ekosistem transaksi melalui pemanfaatan BSI EDC dan BSI QRIS.
Hingga November 2025, jumlah EDC dan QRIS BSI tercatat telah menjangkau lebih dari 570 merchant, dengan total transaksi menembus lebih dari 90 juta transaksi secara year to date.
Kinerja tersebut terus meningkat seiring makin banyaknya segmen usaha yang beralih menggunakan e-channel BSI, didukung kemudahan layanan yang kompetitif dan lengkap.
Baca Juga: Pembiayaan BSI Griya Tembus Rp69,98 Triliun pada 2025, Didominasi Nasabah Muda
Untuk memperkuat layanan langsung di pasar, BSI juga menghadirkan Layanan Pasar dan Pengusaha UMKM (Lapak) BSI. Pada tahap awal, Lapak BSI telah ditempatkan di 31 pasar di seluruh Indonesia.
Melalui layanan ini, nasabah dapat mengakses berbagai produk syariah, mulai dari pembukaan rekening, layanan emas seperti cicilan emas, gadai emas, Bank EMAS melalui BYOND, pembiayaan KUR syariah, konsultasi perbankan syariah, kolaborasi BSI Agen, hingga beragam transaksi lainnya.
Di sisi lain, BSI turut memperluas kolaborasi dengan pengelola pasar, pemerintah daerah, serta komunitas UMKM guna memperkuat rantai ekonomi halal, khususnya di ekosistem pasar.
Upaya tersebut diwujudkan melalui program Semarak Pasar, yang mengedepankan sosialisasi layanan digital BSI bersama para pedagang, sekaligus mendorong pemanfaatan e-channel BSI seperti BYOND by BSI, BSI QRIS, dan BSI EDC.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: