Foto Lebih Jujur, Ini Kunci Kamera Xiaomi 16 Ultra
Kredit Foto: Xiaomi
Xiaomi 16 Ultra tidak hanya menjual resolusi kamera tinggi, tetapi menjadikan akurasi warna sebagai diferensiasi utama di segmen flagship.
Kolaborasi dengan Leica diarahkan bukan untuk membuat foto terlihat dramatis, melainkan membuat warna tampil sedekat mungkin dengan apa yang dilihat mata manusia.
Pendekatan ini menjawab kritik lama terhadap kamera ponsel yang terlalu agresif dalam meningkatkan saturasi dan kontras.
Leica menanamkan color science khas kamera profesional ke dalam pipeline pemrosesan gambar Xiaomi.
Algoritma tersebut bekerja sejak tahap pengambilan cahaya, pengolahan RAW, hingga tahap tone mapping akhir.
Fokus utamanya bukan mempercantik, tetapi menjaga kesetiaan warna pada objek nyata.
Pada foto makanan, perbedaan ini terlihat jelas dari warna saus, sayuran, dan daging yang tetap realistis tanpa terlihat berlebihan.
Warna merah cabai tidak berubah menjadi oranye menyala dan warna hijau daun tidak berubah menjadi hijau neon.
Bagi pelaku UMKM kuliner dan food blogger, karakter ini penting karena foto yang terlalu jenuh sering membuat produk terlihat tidak sesuai aslinya.
Leica menahan saturasi di area tertentu agar tekstur makanan tetap terbaca dan tidak tertutup efek warna.
Pendekatan serupa diterapkan pada reproduksi warna kulit manusia.
Skin tone diproses dengan kurva warna yang lebih linear sehingga warna wajah tidak tampak memerah atau kekuningan berlebihan.
Algoritma ini secara khusus mengurangi oversaturasi pada spektrum warna merah dan oranye yang paling sensitif terhadap persepsi manusia.
Hasilnya adalah foto potret yang terlihat bersih, natural, dan tidak terasa seperti hasil filter.
Xiaomi memberi dua profil utama, Leica Authentic dan Leica Vibrant, untuk menyesuaikan selera pengguna tanpa mengubah dasar color science.
Mode Authentic menjaga warna mendekati standar fotografi, sementara mode Vibrant hanya menaikkan kontras secara terkontrol.
Pendekatan ini berbeda dari banyak pabrikan yang menaikkan saturasi secara global untuk mengejar efek instan di layar.
Leica memilih menjaga konsistensi warna antar kondisi cahaya sebagai prioritas utama.
Dalam cahaya indoor, lampu kuning tidak dibuat putih paksa dan bayangan tetap mempertahankan karakter aslinya.
Dalam cahaya outdoor, langit biru tidak dipaksa menjadi biru pekat yang menutupi detail awan.
Strategi ini membuat foto Xiaomi 16 Ultra terlihat lebih tenang dan enak dilihat dalam jangka panjang.
Bagi pasar Indonesia, karakter warna natural punya nilai praktis yang tinggi.
Pelaku UMKM, kreator konten, dan penjual online membutuhkan foto yang jujur agar produk tidak menimbulkan ekspektasi palsu.
Warna yang terlalu cantik sering justru merugikan karena produk terlihat berbeda saat diterima pembeli.
Di titik inilah algoritma Leica menjadi nilai tambah yang bersifat fungsional, bukan sekadar estetis.
Xiaomi tidak hanya menjual kamera canggih, tetapi menjual kepercayaan visual terhadap apa yang direkam.
Baca Juga: Membongkar AI Kamera Redmi Note 15 yang Bikin Foto Lebih Rapi
Mode Leica pada Xiaomi 16 Ultra menunjukkan bahwa kualitas foto tidak selalu soal dramatisasi, melainkan soal ketepatan.
Bukan sekadar cantik, tetapi algoritma yang membuat foto terasa benar di mata pengguna Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: