Tren Smartphone 2026 Bergeser, Baterai Jumbo Kini Jadi Daya Tarik Utama
Kredit Foto: Realme
Peralihan fokus industri smartphone mulai terlihat pada awal 2026, ketika sejumlah produsen justru menonjolkan kapasitas baterai besar sebagai nilai jual utama, menggeser dominasi kamera resolusi tinggi dan performa gaming ekstrem yang sebelumnya mendominasi pasar.
Perubahan arah ini terlihat dari kemunculan sejumlah model baru yang menempatkan daya tahan sebagai fitur inti, seiring meningkatnya kebutuhan pengguna terhadap perangkat yang mampu bertahan lebih lama untuk aktivitas harian, kerja jarak jauh, hingga konsumsi konten.
Salah satu contoh paling menonjol datang dari Realme melalui kehadiran Realme P4 Power yang dibekali baterai 10.001 mAh, kapasitas yang tergolong ekstrem untuk segmen ponsel mass market dan jauh di atas standar industri yang umumnya berada di kisaran 5.000 mAh.
Langkah tersebut menandai pendekatan baru di mana pabrikan tidak lagi hanya bersaing lewat megapiksel kamera atau skor benchmark chipset, tetapi juga lewat efisiensi dan ketahanan penggunaan jangka panjang.
Selain Realme, tren serupa juga terlihat pada beberapa model lain yang dirilis atau dipasarkan pada periode yang sama.
iQOO Z10, misalnya, hadir dengan baterai berkapasitas sekitar 7.300 mAh, menawarkan daya tahan lebih lama untuk penggunaan harian tanpa harus masuk ke segmen flagship.
Di kelas premium, OPPO Find X9 Pro membawa baterai 7.500 mAh, angka yang relatif besar untuk ponsel flagship dan menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas baterai tidak lagi terbatas pada segmen menengah ke bawah.
OPPO Find X8 Ultra juga mengadopsi pendekatan serupa dengan baterai sekitar 6.100 mAh, memperkuat sinyal bahwa daya tahan mulai menjadi pertimbangan penting bahkan di kelas atas.
Dari kubu Samsung, lini Galaxy M tetap konsisten mempertahankan identitas sebagai ponsel berdaya tahan tinggi, dengan Galaxy M14 5G mengusung baterai 6.000 mAh untuk menunjang penggunaan jangka panjang.
Sementara itu, berbagai model entry hingga mid-range dari Samsung Galaxy A Series dan Xiaomi/Redmi masih mengandalkan baterai 5.000 mAh, yang kini mulai dianggap sebagai standar minimum, bukan lagi keunggulan.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa kebutuhan pasar mulai bergeser seiring meningkatnya intensitas penggunaan smartphone untuk komunikasi, kerja, navigasi, dan hiburan sepanjang hari.
Baca Juga: Baterai 10.001 mAh Tapi Ringan? Ini Bocoran Spesifikasi Realme P4 Power Terbaru
Kondisi tersebut membuat daya tahan baterai menjadi faktor diferensiasi baru, terutama di pasar berkembang seperti Indonesia, di mana akses pengisian daya tidak selalu tersedia setiap saat.
Dengan semakin banyaknya produsen yang mengedepankan baterai jumbo sejak awal 2026, tren ini memperlihatkan perubahan strategi industri yang menempatkan ketahanan penggunaan sebagai nilai jual utama, sejajar bahkan melampaui kamera dan performa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: