Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (13/3): Pasar Global Kembali Diguncang Isu Minyak

Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (13/3): Pasar Global Kembali Diguncang Isu Minyak Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin kembali menunjukkan ketangguhannya dalam menghadapi tekanan global pada perdagangan di Jumat (13/3). Ia menunjukkan resiliensinya saat  berbagai aset berisiko lainnya mengalami penurunan akibat gejolak di Timur Tengah.

Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin terpantau masih bertahan di atas level US$70.000. Pergerakan ini terjadi ketika pasar saham global melemah sementara harga minyak mentah terus meningkat dan mendekati US$100.

Baca Juga: NYDIG: Meski Sering Ikuti Saham, Investasi Bitcoin (BTC) Tetap Efektif Jadi Diversifikasi Portofolio

Kepala Riset CoinShares, James Butterfill mengatakan faktor utama yang kini mempengaruhi pergerakan aset global bukan lagi data tenaga kerja, melainkan harga energi yang melonjak akibat ketegangan di Timur Tengah.

Menurutnya, krisis geopolitik yang mendorong kenaikan harga minyak telah menjadi variabel dominan dalam menentukan harga berbagai aset, termasuk kripto.

“Variabel dominan dalam penentuan harga aset global saat ini bukan lagi pasar tenaga kerja, tetapi minyak dan krisis geopolitik yang mempengaruhinya,” kata Butterfill.

Data Amerika Serikat terkait laporan terbaru ketenagakerjaan yang berada di bawah ekspektasi biasanya akan mendorong pasar memperkirakan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve. Namun kali ini respons pasar relatif terbatas karena investor lebih fokus pada lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.

Di tengah tekanan pasar global, bitcoin menunjukkan ketahanan yang relatif kuat dibandingkan aset berisiko lain seperti saham teknologi.

Butterfill menilai ketahanan tersebut muncul karena semakin banyak investor institusi yang melihat bitcoin bukan sekadar aset spekulatif, tetapi sebagai bagian dari infrastruktur keuangan digital.

Minat investor besar kini mulai bergeser ke pengembangan aplikasi finansial berbasis bitcoin yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan, membelanjakan dan menghasilkan pendapatan dari jaringan bitcoin.

Meski bitcoin relatif stabil, pasar global masih dihadapkan pada berbagai risiko lain, termasuk kekhawatiran terhadap sektor kredit swasta.

Morgan Stanley baru-baru ini dilaporkan membatasi penarikan dana dari produk kredit privatnya senilai sekitar US$8 miliar. Hal ini menyusul meningkatnya permintaan penarikan dana dari investor.

Baca Juga: CIMB Niaga (BNGA) Bentuk Anak Usaha Baru, Garap Pasar Kredit Bermasalah

Langkah Morgan Stanley menambah kekhawatiran pasar mengenai potensi tekanan likuiditas di sektor keuangan global, yang mana dapat mempengaruhi harga bitcoin dalam waktu dekat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar