Mendikdasmen Tegaskan Proses Belajar Tetap Harus Berjalan Meski Kondisi Darurat
Kredit Foto: Ist
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan proses belajar mengajar tetap harus berjalan meskipun dalam kondisi darurat.
Hal tersebut disampaikan Mendikdasmen saat meninjau SMP Negeri 22 Takengon, Aceh Tengah, sekolah yang terdampak bencana pada November 2025 lalu.
Baca Juga: Purbaya Sebut Akan Obrak-abrik Pajak Minggu Depan Usai Bea Cukai
“Kondisi darurat tidak boleh menghentikan proses belajar anak-anak. Yang penting anak-anak tetap bisa belajar, tetap beraktivitas, dan bertemu teman-temannya. Ini bagian dari proses pemulihan agar mereka tidak stres,” ujar Mendikdasmen di sela-sela kunjungan, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, Kamis (29/1).
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah memastikan layanan pendidikan tetap berjalan, aman, dan bermakna, meski dalam kondisi pascabencana.
Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen meninjau langsung ruang-ruang kelas darurat yang saat ini digunakan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran.
Di tengah keterbatasan sarana, sekolah tetap memanfaatkan Papan Interaktif Digital sebagai media pembelajaran digital, guna menjaga kualitas dan keberlanjutan proses belajar mengajar.
Menteri menilai pemanfaatan teknologi ini sebagai contoh adaptasi sekolah dalam menghadapi situasi darurat tanpa mengorbankan mutu pembelajaran.
Tidak hanya meninjau, Mendikdasmen juga berinteraksi langsung dengan siswa melalui kegiatan mengajar di kelas. Di kelas IX, Menteri mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris dan bernyanyi bersama memperkanalkan anatomi tubuh dalam bahasa inggris.
Sementara itu, di kelas VII dan VIII, Menteri turut terlibat dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menggunakan papan interaktif digital. Suasana kelas berlangsung hangat dan interaktif, menunjukkan semangat belajar siswa yang tetap terjaga meski belajar di ruang darurat.
Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen mengajak siswa dan guru untuk melakukan Senam Anak Indonesia Sehat, sebagai simbol penguatan pendidikan karakter, kebugaran jasmani, dan semangat kebersamaan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya perhatian pada kesehatan fisik dan mental peserta didik pascabencana.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah terdampak bencana, agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal dan aman.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya