Katanya Emas Digital, Harga Bitcoin (BTC) Malah Tertinggal Saat Reli Safe-haven Global
Kredit Foto: Unsplash/Jeremy Bezanger
Reli emas global mulai terlihat lebih menyerupai perburuan massal (crowding) ketimbang tren kenaikan yang stabil. Logam mulia tersebut baru-baru ini menembus level US$5.500. Ia sukses menciptakan lonjakan besar, berbanding terbalik dengan Bitcoin (BTC).
Bitcoin baru-baru ini turun hingga US$84.000. Perbedaan arah pegerakan harga itu mencerminkan sentimen pasar saat ini: dalam perdagangan bertema pelemahan nilai mata uang, dana mengalir ke aset lindung nilai lama terlebih dahulu.
Baca Juga: Alasan Bitcoin (BTC) Kalah Pamor Sama Emas, Analis: Kripto Permainan Anak Muda
Indikator sentimen memperkuat gambaran tersebut. Berbagai pengukur sentimen emas kini berada di zona extreme greed, sementara indeks fear-and-greed kripto justru tertahan dalam wilayah sebaliknya sepanjang bulan ini.
Gold Fear & Greed Index JM Bullion sendiri menggabungkan lima variabel: premi emas fisik, volatilitas harga spot, sentimen media sosial, aktivitas beli-jual ritel, serta minat pasar. Indeks ini dirancang sebagai sinyal kontrarian, bukan prediksi harga, dan level tinggi biasanya mengindikasikan posisi pasar yang mulai padat.
Narasi logam mulia juga diperkuat oleh pergerakan perak, yang mencatat kenaikan mingguan tajam disertai fluktuasi intraday besar. Pola ini lebih mencerminkan tekanan posisi (positioning squeeze) ketimbang akumulasi bertahap jangka panjang.
Di sisi lain, bitcoin masih bergerak sebagai aset berisiko tinggi (high-beta) yang sensitif terhadap kondisi likuiditas dan membutuhkan katalis yang jelas. Dalam beberapa pekan terakhir, bitcoin bahkan melemah saat emas dan perak mencetak rekor, meskipun ketidakpastian fiskal dan geopolitik terus meningkat.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi narasi makro yang selama ini dipegang sebagian investor kripto, bahwa bitcoin akan bertindak sebagai emas digital ketika kepercayaan terhadap mata uang dan kebijakan fiskal goyah.
Meski demikian, perbedaan kinerja jangka pendek ini tidak serta-merta mematahkan tesis jangka panjang bitcoin. Aset kripto tersebut masih mencatat kinerja unggul dalam horizon waktu yang lebih panjang dan dikenal mampu bergerak cepat ketika arus dana kembali masuk.
Baca Juga: 2.932 Bitcoin (BTC) Diborong Strategy (MSTR), Pakai Harga Diskon!
Namun, beberapa pekan terakhir menegaskan satu hal bahwa fungsi penyimpan nilai sangat ditentukan oleh siapa pembeli marjinalnya dan apa motivasi mereka. Saat ini, investor yang mencari perlindungan memilih batangan dan koin fisik, bukan token digital dan bitcoin kembali diuji perannya di tengah pergeseran preferensi pasar global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: