Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Avalanche: Industri Kripto Membutuhkan Killer App, Bukan Hype

Avalanche: Industri Kripto Membutuhkan Killer App, Bukan Hype Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Industri kripto dinilai perlu bertransformasi dari sekadar spekulasi token menuju solusi nyata bagi dunia bisnis. Hal tersebut disampaikan oleh Eksekutif Avalanche, John Nahas.

Dikutip dari CoinDesk, Nahas mengatakan fase berikutnya dari industri kripto adalah membangun infrastruktur blockchain yang disesuaikan untuk perusahaan, bukan lagi mengandalkan jaringan umum yang mengejar hype pasar.

Baca Juga: Inflasi AS Terkendali, INDODAX Sebut Pasar Kripto Menanti Langkah The Fed

Avalanche misalnya, ia mengatakan bahwa blockchain tersebut diposisikan sebagai alat bisnis, bukan sekadar produk kripto. Ia membandingkannya seperti  platform pembuatan situs web WordPress.

Nahas  mengatakan perusahaan seharusnya bisa membuat jaringan blockchain mereka sendiri dengan mudah, sama seperti membuat website. Dengan model ini, perusahaan dapat memiliki blockchain yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka, termasukk kepatuhan regulasi, struktur biaya transaksi hingga pengaturan privasi data.

Menurut Nahas, banyak proyek kripto selama ini terlalu fokus pada teknologi tanpa memberikan solusi nyata bagi pengguna.

Ia menyebut sebagian besar industri masih terjebak pada konsep teknologi demi teknologi tanpa aplikasi yang benar-benar menyelesaikan masalah pelanggan. Banyak proyek menjadikan token sebagai produk utama, sesuatu yang menurutnya bukan model bisnis berkelanjutan.

Nahas menilai perusahaan tidak selalu ingin menggunakan blockchain publik yang sama dengan proyek lain. Sebaliknya, banyak perusahaan membutuhkan jaringan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik seperti privasi data internal hingga integrasi sistem perusahaan.

Pendekatan ini mencerminkan tren baru di industri kripto yang mulai menjual hasil nyata, seperti pembayaran lebih cepat, tokenisasi aset, dan pengalaman pelanggan baru, bukan sekadar teknologi blockchain itu sendiri.

Nahas juga menyoroti bahwa industri kripto masih kekurangan killer app atau aplikasi besar yang benar-benar hanya bisa dilakukan melalui blockchain dan dapat menjadi solusi untuk masalah sehari-hari. Namun ia menilai stablecoin mulai menunjukkan potensi tersebut.

Baca Juga: Adi Budiarso dari Pejabat Kemenkeu Jadi Pengawas Kripto OJK, Ini Profilnya

Selain itu, ia juga melihat peluang besar dari integrasi blockchain dengan kecerdasan buatan, terutama untuk sistem pembayaran otomatis dan transaksi mikro.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar