Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pertamina Gandeng Rutan Kebumen, Sulap Pelepah Pisang Jadi Barang Ekspor

        Pertamina Gandeng Rutan Kebumen, Sulap Pelepah Pisang Jadi Barang Ekspor Kredit Foto: Pertamina
        Warta Ekonomi, Kebumen -

        PT Pertamina (Persero) melalui program Pertapreneur Aggregator (PAG) memperluas dampak sosialnya dengan menggandeng Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen. Kolaborasi ini menyasar pemberdayaan warga binaan untuk mengolah limbah pelepah pisang menjadi serat alami bernilai ekspor.

        Program ini dijalankan oleh UMKM binaan Pertamina, PT Agrominafiber Java Indonesia. Serat pelepah pisang yang dihasilkan nantinya akan digunakan sebagai bahan baku industri kerajinan dan material berkelanjutan yang diminati pasar internasional.

        Direktur PT Agrominafiber Java Indonesia, Novita, mengungkapkan bahwa pihaknya ingin melibatkan warga binaan secara langsung dalam rantai produksi yang nyata. Saat ini, satu ton bahan baku telah disalurkan ke Rutan Kebumen untuk diolah.

        "Serat pelepah pisang punya potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku industri kerajinan dan material berkelanjutan yang diminati pasar ekspor. Kami ingin warga binaan lembaga pemasyarakatan terlibat langsung dalam rantai produksi yang nyata dan bernilai," ujar Novita dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).

        Novita menargetkan sekitar 30 persen kebutuhan bahan baku perusahaannya, atau sekitar 15 ton, akan dipasok dari hasil produksi warga binaan Rutan Kebumen.

        Gayung bersambut, Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen, Pramu Sapta, menyatakan respons positif dari jajarannya meski kerja sama ini baru berjalan singkat. Ia berharap program ini menjadi bekal keterampilan nyata bagi warga binaan.

        "Alhamdulillah, walaupun belum genap satu bulan, laporan dari jajaran menunjukkan perkembangan yang baik. Dari sisi mitra usaha juga melihat prospeknya menjanjikan, baik secara bisnis maupun dampak sosialnya," kata Pramu.

        Ia menambahkan bahwa kunjungan Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina pada Senin (26/1) lalu mempertegas bahwa program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, melainkan berorientasi pada keberlanjutan.

        Baca Juga: Ini Jurus Pertamina International Shipping (PIS) Berhasil Kurangi 116 Ribu Ton Emisi di 2025

        Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa fokus utama kerja sama ini adalah menciptakan produk ramah lingkungan dengan peluang pasar global. Pertamina akan melakukan pendampingan intensif selama enam bulan ke depan.

        "Melalui pendampingan intensif selama enam bulan ke depan, Pertamina berharap model kolaborasi ini dapat menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis agregasi yang tidak hanya berdaya saing secara bisnis, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan," jelas Baron.

        Saat ini, warga binaan Rutan Kebumen ditargetkan mampu memproduksi sekitar 3 ton serat per bulan. Dari hasil pelatihan awal, sekitar 60 persen produk yang dihasilkan telah memenuhi standar kualitas perusahaan, sementara sisanya masih dalam tahap penyempurnaan teknik berbasis prinsip zero waste.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: