Kredit Foto: Istihanah
CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan investasi berkontribusi sekitar 28–29 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, menjadikannya salah satu penopang utama perekonomian nasional setelah konsumsi domestik.
Ia menegaskan, peran pasar modal menjadi krusial karena berkaitan langsung dengan arus investasi yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Karena kita katakan bersama, investasi, kontribusinya terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia kurang lebih 28 sampai 29 persen dari pertumbuhan kita yang selama ini terjaga di atas 5 persen," kata Rosan, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu, (1/2/2026).
Baca Juga: Rosan Bantah Isu Rombak Direksi Bank Himbara
Menurut Rosan, struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih didominasi oleh konsumsi domestik, disusul investasi sebagai kontributor terbesar kedua. Konsumsi domestik menyumbang lebih dari separuh pertumbuhan ekonomi nasional, sementara investasi memberikan kontribusi mendekati sepertiga.
“Yang pertama tentunya dari domestic consumption counted about 53–54 persen dan yang kedua adalah investasi, kurang lebih 28–29 persen, baru yang lain government spending dan yang lain-lain,” ujar Rosan.
Ia menyatakan, investasi memiliki peran strategis karena berkaitan erat dengan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan panjang. Oleh karena itu, kepercayaan terhadap pasar modal menjadi faktor kunci untuk menarik investasi langsung ke dalam negeri.
Baca Juga: Danantara Bakal Jadi Pemegang Saham BEI, Rosan: Tentu Kita Mau Masuk
“Kepercayaan kepada pasar modal kita itu menjadi kunci utama dalam kita ingin mendapatkan investasi langsung yang tentunya akan berdampak positif terhadap perekonomian kita,” kata Rosan.
Rosan menambahkan, dengan besarnya kontribusi investasi terhadap ekonomi nasional, stabilitas dan kredibilitas pasar modal harus terus dijaga. Pasar modal dipandang sebagai salah satu sumber pembiayaan penting bagi sektor riil dan ekspansi dunia usaha.
“Nah, oleh sebab itu ini menjadi perhatian utama kami bagaimana kita benar-benar menjaga pasar modal kita,” ujarnya.
Rosan tidak memaparkan langkah kebijakan secara rinci, namun menekankan bahwa penguatan kepercayaan investor menjadi prasyarat utama agar pasar modal terus berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: