Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rosan Ungkap Investasi US$1,4 Miliar untuk Bangun Pabrik Panel Surya di Indonesia

Rosan Ungkap Investasi US$1,4 Miliar untuk Bangun Pabrik Panel Surya di Indonesia Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan adanya investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) senilai sekitar US$1,4 miliar untuk pembangunan pabrik panel surya di Indonesia.

Rosan mengatakan investasi tersebut telah masuk sejak pertengahan 2025 dan saat ini proyek pembangunan pabrik masih berlangsung. Pembangunan fasilitas produksi tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar satu setengah tahun.

“Investasi itu sudah masuk sejak pertengahan 2025. Pembangunannya memakan waktu kurang lebih hampir satu setengah tahun,” kata Rosan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Ia menambahkan, pabrik panel surya tersebut ditargetkan dapat rampung pada akhir 2026. Nilai investasi yang digelontorkan untuk proyek tersebut mencapai sekitar US$1,4 miliar.

“Nilai investasinya sekitar 1,4 miliar dolar AS,” ujarnya.

Baca Juga: Rosan Roeslani Temui Moody’s di New York, Perkuat Kepercayaan Global terhadap Danantara dan Ekonomi Indonesia

Rosan menjelaskan investasi tersebut merupakan investasi asing langsung yang ditanamkan di dalam negeri untuk mendukung pengembangan industri energi baru terbarukan di Indonesia.

Menurutnya, keberadaan pabrik tersebut nantinya akan membantu memenuhi kebutuhan panel surya untuk proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang tengah didorong pemerintah.

“Dengan adanya investasi ini, kita bisa menggunakan produksi dalam negeri untuk mendukung proyek PLTS yang sedang didorong pemerintah,” kata Rosan.

Pembangunan industri panel surya domestik dinilai penting untuk memperkuat rantai pasok energi bersih nasional sekaligus mendukung percepatan program transisi energi yang tengah dijalankan pemerintah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah