Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rosan Yakin Petinggi Baru OJK-BEI akan Bawa Pasar Modal Menjadi Lebih Baik dari Sebelumnya

        Rosan Yakin Petinggi Baru OJK-BEI akan Bawa Pasar Modal Menjadi Lebih Baik dari Sebelumnya Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        CEO Danantara Rosan Roeslani meyakini tim baru yang saat ini mengelola pasar modal dan Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membawa perbaikan kualitas bursa serta meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun asing. Keyakinan tersebut didasarkan pada komitmen penguatan transparansi, akuntabilitas, dan pembentukan harga saham yang murni berbasis mekanisme pasar.

        Ia menilai dinamika dan perubahan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menjadi momentum penting bagi pembenahan pasar modal yang selama ini dinilai sudah lama dibutuhkan.

        “Saya sangat yakin dengan tim yang ada, dengan Ibu Friedrika, Pak Hasan, Pak Jeffrey, Pak Iding, dan Pak Samsul, bursa kita akan menjadi bursa yang lebih baik dan kepercayaan kepada bursa kita akan lebih meningkat,” ujar Rosan, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Minggu, (1/2/2026).

        Baca Juga: Rosan Ungkap Peran Besar Pasar Modal bagi Ekonomi Indonesia

        Menurut Rosan, perbaikan kualitas bursa tidak hanya diukur dari pertumbuhan kapitalisasi pasar, tetapi dari kualitas tata kelola, transparansi, dan proses pembentukan harga yang mencerminkan kondisi fundamental perusahaan secara wajar.

        “Pasar modal kita tidak hanya besar dari size dan pertumbuhan, tetapi pertumbuhan yang transparan, berkualitas, dan dipercaya, dengan pembentukan harga yang murni dari demand dan supply,” kata Rosan.

        Ia menegaskan, selama harga saham terbentuk secara wajar oleh mekanisme pasar, valuasi tinggi tidak menjadi persoalan dan justru mencerminkan kepercayaan investor. Pembentukan harga yang sehat juga dinilai akan menjaga likuiditas dan mengurangi potensi isu di kemudian hari.

        “Selama pembentukan harga pasar itu murni dari pasar, berapa pun nilainya itu tidak akan menjadi masalah,” ujarnya.

        Rosan menilai keberhasilan tim baru pasar modal sangat bergantung pada sinergi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Menurut dia, seluruh pemangku kepentingan memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga kualitas bursa.

        “Peran OJK, bursa, KSEI, KPEI, dan kita semua menjadi sangat penting karena kita punya kepentingan yang sama, bagaimana bursa kita tumbuh tidak hanya dari segi market cap, tetapi juga dari kualitas,” kata Rosan.

        Baca Juga: Pandu Pastikan 50% Dana Investasi Danantara Dialokasikan ke Pasar Modal

        Ia menyebut momentum saat ini sebagai fase percepatan pembenahan yang diharapkan dapat meningkatkan persepsi positif investor terhadap pasar modal Indonesia. Rosan juga menegaskan dukungan penuh Danantara terhadap langkah dan inisiatif yang akan dijalankan tim baru pasar modal.

        Rosan mengungkapkan, dukungan tersebut sejalan dengan kepentingan Danantara di pasar modal, mengingat badan usaha milik negara di bawah Danantara menyumbang hampir 30 persen dari total kapitalisasi pasar.

        “Karena itu kepentingan kami juga sangat besar bagaimana bersama-sama menjaga pasar modal agar mencerminkan valuasi dan kondisi perusahaan secara benar dan baik,” ujarnya.

        Sebagai informasi, pasca pengunduran diri tiga petinggi OJK menetapkan Friderica Widyasari Dewi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.

        OJK juga menunjuk Hasan Fawzi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

        Penunjukan Anggota Dewan Komisioner Pengganti tersebut dilakukan sesuai mekanisme yang diatur dalam Peraturan Dewan Komisioner OJK dan merupakan bagian dari mekanisme kelembagaan OJK untuk menjaga stabilitas organisasi dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Keputusan jabatan pejabat pengganti ini berlaku efektif mulai 31 Januari 2026.

        Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Komisioner menyusul mundurnya tiga pimpinan OJK, yakni Ketua Dewan Komisioner Mahendra Siregar, Wakil Ketua Mirza Adityaswara, serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif, dan Karbon Inarno Jayadi. Selain Friderica, OJK juga menunjuk Hasan Fawzi sebagai pelaksana tugas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif, dan Bursa Karbon.

        “Tidak ada kekosongan kepemimpinan. Kami memastikan seluruh kebijakan dan program kerja OJK terlaksana dengan baik,” tegas Friderica dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026) malam.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: