Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sambut Demutualisasi BEI, Danantara Aktif Masuk Pasar Saham

        Sambut Demutualisasi BEI, Danantara Aktif Masuk Pasar Saham Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyambut positif rencana percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). 

        Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan demutualisasi bursa bukan hal baru di pasar keuangan global. Sejumlah negara seperti Hongkong, India, Singapura, hingga Malaysia telah lebih dulu menerapkan skema tersebut.

        “Demutualisasi ini udah banyak terjadi di tempat-tempat lain juga, di negara-negara lain. Contoh ada di Hongkong, ada di India, ada juga di Singapura, di Malaysia. Jadi ini biasa,” kata Pandu di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026). 

        Menurut Pandu, demutualisasi akan mendorong pemisahan peran regulator dan pengelola bursa. Dalam skema tersebut, regulator tetap menjalankan fungsi pengawasan, sementara bursa beroperasi sebagai entitas for profit yang fokus pada pengembangan institusi dan peningkatan daya saing pasar modal.

        “Di mana regulator menjadi regulate, dari sisi bursanya pun nanti menjadi for profit dan fokus kepada buat ngembangan institusi dan sebagainya,” ucapnya. 

        Selain menanggapi isu demutualisasi, Pandu juga menegaskan komitmen Danantara dalam mendukung likuiditas pasar melalui partisipasi aktif di perdagangan saham.  Pandu mengungkapkan, Danantara akan berinvestasi di pasar modal setiap hari 

        “Itu kan jadi kita berinvestasi setiap hari. Bagian dari kita punya strategic asset allocation, kita akan masuk di pasar modal, baik di bond dan juga nanti di publik. Tapi setiap hari, hari ini pun kita masukin berinvestasi,” urainya. 

        Pandu menjelaskan, Danantara akan fokus membeli saham-saham domestik yang memiliki fundamental kuat, valuasi menarik, serta likuiditas yang baik. Menurutnya, strategi ini sejalan dengan pendekatan investasi jangka panjang yang dijalankan lembaga tersebut.

        “Strategi kita beli perusahaan-perusahaan yang menurut kami bagus secara fundamental, valuasi yang baik dan likuiditas yang baik yang tadi saya sebut,” terangnya. 

        Terkait besaran investasi harian, Pandu menegaskan Danantara tidak menetapkan target nominal tertentu. Keputusan pembelian saham akan disesuaikan dengan kondisi pasar.

        “Kita enggak ada target, kita melihat dari market ya kita pasti membelilah. Yang penting kita beli terus. Kalau kita dibilang target, nanti pemain-pemain bursa pada tahu semua nanti ini juga kan,” pungkasnya. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: