- Home
- /
- Government
- /
- Government
Gentengisasi Nasional Prabowo, Purbaya Ungkap Anggaran Tak Sampai Rp1 Triliun
Kredit Foto: Cita Auliana
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sumber pendanaan proyek gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Anggaran tersebut diketahui berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Gentengnisasi ga sampe Rp1 triliun,” kata Purbaya di Shangri La Hotel, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Purbaya menjelaskan, pendanaan proyek gentengisasi dapat bersumber dari cadangan APBN maupun dari alokasi anggaran besar lainnya, termasuk dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, ia menegaskan nilai anggarannya relatif kecil.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Siap Ikuti Arahan Prabowo soal Gentengisasi, '1.000 Persen Setuju'
“Ada kemungkinan dari situ (MBG), ada kemungkinan dari tempat lain. tapi cukuplah nggak banyak banyak baget kalau nggak salah anggarannya,” tambahnya.
Kendati demikian, Purbaya mengatakan perhitungan anggaran proyek gentengisasi saat ini masih bersifat kasar. Pemerintah masih melakukan pemetaan terhadap jumlah rumah yang menggunakan atap seng, yang nantinya akan diganti dengan genteng.
“Itu kan hitungannya kasar sekali, semua rumah dihitung terus semua rumah diganti, padahal kan yang diganti paling berapa puluh persen diganti yang pakai seng, jadi harusnya angkanya lebih kecil,” tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta agar atap rumah yang menggunakan seng segera diganti dengan genteng.
“Saya ingin semua atap indonesia pake genteng ya. Gerakannya adalah gerakan proyek gentengnisasi,” kata Prabowo.
Baca Juga: Purbaya Blak-blakan Soal Dana Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listik Nilainya Capai Rp58,8 Triliun
Prabowo menilai atap seng membuat suhu rumah menjadi panas dan mudah berkarat, sehingga kurang layak bagi penghuni. Ia juga menekankan bahwa industri genteng dalam negeri relatif murah dan ramah lingkungan.
“Alat-alat genteng itu pabrik-pabrik genteng itu tidak mahal genteng itu, bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat, saya dapat laporan dari professor-profesor kita bahwa limbah batu bara itu dicampur dengan tanah bahan genteng yang baik,” ujar Prabowo.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, sebanyak 57,93 persen atau sekitar 40,91 juta rumah tangga di Indonesia telah menggunakan genteng sebagai atap rumah. Sementara itu, 31,48 persen atau 22,23 juta rumah tangga masih menggunakan seng.
Selain itu, 7,85 persen atau sekitar 5,54 juta rumah tangga menggunakan atap asbes, 1,63 persen atau 1,15 juta rumah tangga menggunakan atap beton, serta 0,28 persen atau 199 ribu rumah tangga masih menggunakan atap berbahan bambu, kayu, atau sirap. Adapun 0,84 persen atau sekitar 593 ribu rumah tangga menggunakan bahan atap lainnya seperti jerami, ijuk, hingga rumbia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri