Kredit Foto: WE
PT Jaya Bersama Saputra (JBS) Perkasa mempercepat ekspansi manufaktur industri pintu baja melalui pembangunan pabrik yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III 2026 dan memasuki tahap produksi massal pada kuartal IV 2026 demi memperkuat daya saing industri nasional sekaligus menangkap momentum pertumbuhan sektor manufaktur di Indonesia.
Founder & Chief Executive Officer JBS Perkasa, Joni Effendi, menyampaikan bahwa pengembangan manufaktur menjadi fokus utama perusahaan pada 2026.
"Tahun 2026 yang menjadi fokus kami adalah manufacturing. Sampai saat ini pembangunan fisik pabrik sudah mencapai 80 persen. Lalu masuk ke pengadaan mesin dan setting, dengan harapan kuartal-III 2026 sudah beroperasi dan kuartal-IV siap mass production,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026).
Ekspansi ini dilakukan di tengah upaya perusahaan membangun ekosistem industri pintu baja berbahan plat yang lebih terintegrasi. Joni menilai, tantangan industri tidak hanya terletak pada produk tapi juga kesiapan ekosistem pendukung.
Ia menambahkan, investasi manufaktur tersebut hadir pada momentum yang dinilai tepat seiring transformasi industri nasional.
“Kami sangat antusias dengan manufaktur pertama Fortress ini, di mana ini adalah sinyal bahwa Indonesia sedang memasuki era emas manufaktur, di mana investasi lokal bukan hanya hadir, tetapi berkembang secara berkelanjutan,” katanya.
Pada Desember 2025, JBS Perkasa juga memperkuat penetrasi pasar melalui kolaborasi dengan sektor properti dengan menjalin kerja sama untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah bersama Real Estate Indonesia (REI). Terhitung hingga kini, perusahaan telah menyuplai sekitar 10.000 unit pintu baja ke berbagai proyek perumahan di sejumlah wilayah.
National Sales Director JBS Perkasa, Hens Sumarauw, menyebut kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kinerja bisnis.
“Harapannya kehadiran Fortress bisa mendukung program pemerintah 3 juta rumah melalui asosiasi-asosiasi perumahan yang ada. Setelah dengan REI, tahun ini kami akan bekerja sama dengan Apersi dan Himpera,” ujarnya.
Baca Juga: Indonesia Jajaki Kerja Sama Industri LPG dengan Brunei Darussalam
Seiring dengan tingginya permintaan pasar terhadap pintu berkualitas dengan harga terjangkau, perusahaan melihat peluang besar pada segmen produk ekonomis.
“Peluang pintu baja harga ekonomis akan besar sekali mengingat masyarakat masih mencari pintu berkualitas dengan harga terjangkau,” kata Hens.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: