Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Indef Wanti-wanti Gejolak Pasar Saham Bisa Jadi Bom Waktu Ekonomi 2026

        Indef Wanti-wanti Gejolak Pasar Saham Bisa Jadi Bom Waktu Ekonomi 2026 Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dinamika pasar modal Indonesia yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional pada 2026.

        Peneliti Senior Indef, Eko Listiyanto, menekankan bahwa kesehatan bursa saham harus menjadi cerminan nyata dari kondisi ekonomi agar tidak berubah menjadi bom waktu.

        “Ini akan menentukan bagaimana nanti nasib ekonomi di 2026. Kenapa demikian? Karena gejolak saham itu adalah satu hal yang bisa dicegah kalau apa yang terjadi di bursa menggambarkan realitas perekonomian,” kata Eko dalam diskusi publik bertajuk Pertumbuhan di Tengah Gejolak Pasar Saham yang digelar secara daring, Kamis (5/2/2026).

        Baca Juga: Langkah Pemerintah Jaga Integritas Pasar Modal

        Eko menyoroti adanya keraguan dari lembaga indeks internasional, seperti MSCI, terhadap sejumlah emiten di bursa domestik. Menurut dia, muncul indikasi bahwa pergerakan harga saham tertentu tidak didasarkan pada fundamental yang kuat, melainkan praktik spekulasi atau “gorengan”.

        “Saya ingatkan bahwa pasar saham itu penting untuk pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

        Eko menambahkan, meskipun struktur ekonomi Indonesia masih didominasi sektor riil, pasar saham tetap memegang peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pasar modal berfungsi sebagai sarana mobilisasi modal yang efisien, penyedia likuiditas, serta instrumen pendisiplinan perusahaan.

        “Terutama negara maju konsisten pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Negara berkembang bisa jadi jangka pendek. Tapi apa pun itu, pasar saham penting untuk pertumbuhan ekonomi,” tegas Eko.

        Baca Juga: Fundamental Ekonomi Kuat, Pemerintah Perkuat Integritas Pasar Modal

        Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah memberikan arahan pembenahan pasar modal nasional dengan menekankan penerapan standar internasional tertinggi, penguatan transparansi, serta peningkatan kepercayaan investor sebagai agenda struktural jangka panjang.

        CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan Presiden menitikberatkan agar pengelolaan bursa dijalankan sesuai standar internasional tertinggi karena mencerminkan tingkat kepercayaan pasar dan menentukan minat investasi jangka panjang.

        “Ya, arahannya ya bahwa bursa kita ini harus sesuai dengan standar yang paling tinggi, standar internasional yang tinggi karena itu juga mencerminkan kepercayaan. Dan harus dijalankan sesuai dengan transparansi karena ini akan sangat menentukan confidence berinvestasi, baik di pasar saham maupun dalam peningkatan investasi jangka panjang lainnya,” kata Rosan saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: