Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Indef Sebut Pertumbuhan Ekonomi 2025 Tidak Optimal, Konsumsi Masih Jeblok

Indef Sebut Pertumbuhan Ekonomi 2025 Tidak Optimal, Konsumsi Masih Jeblok Kredit Foto: BRJ
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat sebesar 5,11 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan target dalam Nota Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang dipatok sebesar 5,2 persen.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyoroti bahwa jika dilihat dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025 belum sepenuhnya pulih. Konsumsi rumah tangga sepanjang tahun lalu masih berada di bawah 5 persen.

Secara tahunan, konsumsi rumah tangga hanya mampu tumbuh 4,98 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran restoran dan hotel yang mencapai 6,38 persen, seiring meningkatnya aktivitas pariwisata selama masa liburan akhir tahun.

Baca Juga: Kemenko Perekonomian Umumkan Kondisi Terkini Ekonomi Indonesia

Natural pertumbuhan ekonomi di konsumsi sebenarnya di atas 5 persen sebelum Covid-19. Dengan situasi 2025 konsumsi rumah tangga tumbuh 4,95 persen, ini pertumbuhan yang tidak optimal. Konsumsi masih tertekan sampai sekarang,” kata Eko dalam diskusi publik bertajuk Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Gejolak Pasar Saham yang digelar secara daring, Kamis (5/2/2026).

Di sisi lain, Eko mengapresiasi kinerja konsumsi rumah tangga pada kuartal IV-2025 yang mampu menembus 5,11 persen. Namun, menurut dia, pertumbuhan tersebut didorong oleh momentum musiman Natal dan Tahun Baru.

“Ada momentum Natal dan akhir tahun sehingga konsumsi naik dan tinggi. Poinnya adalah konsumsi kita masih sakit, sehingga perlu ada upaya penyehatan,” imbuhnya.

Baca Juga: BPS Laporkan Ekonomi RI Kuartal IV 2025 Tumbuh 5,39%, Tertinggi Sejak Pandemi

Tak hanya konsumsi rumah tangga, lanjut Eko, perlambatan juga terjadi pada konsumsi pemerintah. Pada 2025, konsumsi pemerintah hanya tumbuh 2,5 persen, turun tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6,7 persen.

Menurut dia, dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah seharusnya didorong agar dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, belanja pemerintah tertahan pada awal tahun dan baru digenjot menjelang akhir tahun.

“Seperti pengeluaran konsumsi pemerintah di awal tahun sudah terganggu strategi efisiensi waktu itu, sehingga banyak anggaran dibintangi dan belanja menjadi ngebut di kuartal IV. Ini harus diubah. Awal tahun belanja harus kencang agar mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Eko.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: