Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BSI Cetak Laba Rp7,57 Triliun, Tumbuh 8% Sepanjang 2025

        BSI Cetak Laba Rp7,57 Triliun, Tumbuh 8% Sepanjang 2025 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, tumbuh 8,02% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan laba 2024 sebesar Rp7,00 triliun.

        Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyatakan, kinerja solid tersebut ditopang oleh fungsi intermediasi yang berjalan efektif, didukung struktur pendanaan yang ample serta penyaluran pembiayaan yang tetap terjaga kualitasnya.

        “Tentu saja ini semua merupakan hasil dari channel-channel digital dan juga channel-channel di cabang,” kata Anggoro dalam Konferensi Pers Kinerja Tahun 2025 BSI yang digelar secara daring, Jumat (6/2/2026).

        Baca Juga: Naik Status, BSI Kini Jadi Bank BUMN Setara dengan BRI Hingga Mandiri

        Sepanjang 2025, BSI menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun, tumbuh 14,49% (YoY). Penyaluran pembiayaan didominasi segmen pro-rakyat, meliputi usaha kecil dan menengah (small and medium enterprises/SME), mikro, konsumer, serta segmen komersial di sektor pendidikan, kesehatan, aparatur sipil negara (ASN), dan badan usaha milik negara (BUMN).

        Total outstanding pembiayaan pada segmen tersebut mencapai Rp285,70 triliun, setara sekitar 90% dari total pembiayaan BSI.

        Dari sisi kualitas aset, BSI mampu menjaga rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) pada level yang sehat. NPF gross tercatat 1,81%, membaik dibandingkan tahun sebelumnya, sementara NPF net berada di level 0,47%.

        “Perbaikan kualitas ini merupakan hasil dari strategi pengelolaan manajemen risiko yang tepat sesuai segmentasi bisnis dan nasabah, serta disiplin dalam memonitor perkembangan industri,” ujar Anggoro.

        Baca Juga: Transformasi Data Pascamerger Dongkrak Laba BSI Hingga 22,8 Persen pada 2024

        Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh 16,20% (YoY) menjadi Rp380 triliun, jauh melampaui pertumbuhan industri perbankan. Pertumbuhan DPK didorong dana murah (current account saving account/CASA) yang mencapai 61,62% atau sebesar Rp234 triliun. Tabungan menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 15,72% (YoY) menjadi Rp162,63 triliun.

        Sejalan dengan pertumbuhan DPK, total aset BSI meningkat 11,64% (YoY) menjadi Rp456 triliun hingga akhir 2025.

        “Alhamdulillah, indikator aset, DPK termasuk tabungan, pembiayaan, produk baru kami GOLD, serta NPF dapat terjaga, sehingga laba mampu tumbuh sekitar 8 persen secara year on year,” kata Anggoro.

        Dari sisi basis nasabah, BSI mencatat penambahan sekitar 2 juta nasabah baru sepanjang 2025, menjadi pertumbuhan tertinggi sejak perseroan berdiri. Hingga akhir tahun, BSI mengoperasikan 1.049 jaringan cabang, didukung 126 ribu agen, serta memiliki 78 ribu nasabah priority banking yang tumbuh 17%.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: