Kredit Foto: KEK Industropolis Batang
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang memperkuat fungsi kawasan sebagai destinasi pariwisata berbasis industri dan budaya melalui penyelenggaraan Industropolis Festival pada 6 Februari 2026. Agenda peringatan HUT ke-5 kawasan tersebut menghadirkan lebih dari 10.000 pengunjung dari Kabupaten Batang dan sekitarnya.
Festival yang terbuka gratis untuk publik itu menjadi sarana integrasi kawasan industri dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi wisata kawasan yang dikembangkan secara inklusif dan berkelanjutan.
Acara menampilkan berbagai pertunjukan budaya lokal, antara lain KBBS (Marching Pring), Bolodewa, tari Sanggar Prastikasmara, Bondan Sanubari, Serempet Gudal, dan Tata Naluri Etnic Project. Puncak kegiatan diisi penampilan Guyon Waton yang menarik antusiasme pengunjung.
Baca Juga: Fase Awal Hampir Penuh, Serapan Lahan KEK Industropolis Batang Melonjak
Selain pertunjukan seni, kegiatan juga melibatkan pelaku UMKM desa penyangga. Panitia menetapkan 10% dari setiap transaksi di tenant UMKM didonasikan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Aceh.
Penyelenggaraan festival menjadi bagian implementasi pengembangan KEK Industropolis Batang sebagai kawasan ekonomi yang produktif secara ekonomi, terintegrasi secara sosial, dan berbasis budaya lokal.
KEK Industropolis Batang merupakan bagian dari Holding BUMN Danareksa. Program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pengembangan kawasan ekonomi khusus yang berdaya saing sekaligus membuka aktivitas ekonomi baru melalui sektor pariwisata kawasan industri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: