Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pakar Politik dari Qatar University sebut Iran Sudah Berhitung Kemungkinan Terburuk yang Menimpa Ali Khamenei

Pakar Politik dari Qatar University sebut Iran Sudah Berhitung Kemungkinan Terburuk yang Menimpa Ali Khamenei Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik dari Qatar University, Luciano Zaccara mengatakan bahwa Iran sebenarnya telah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Ia menyebut, Iran sudah berhitung kemungkinan terburuk akan menimpa Ali Khamenei.

"Termasuk skenario pembunuhan Khamenei," kata Luciano disitat dari Al Jazeera.

Menurutnya, struktur kekuasaan Iran tetap utuh meski terjadi pergantian figur di puncak kepemimpinan tertinggi Negara Syiah tersebut.

Baca Juga: Pengusaha Soroti Perang AS-Israel dan Iran, Industri Energi hingga Haji jadi Perhatian

Ia menambahkan dalam sistem politik Republik Islam Iran yang menganut prinsip velayat-e faqih atau kepemimpinan oleh ahli hukum Islam, Pemimpin Tertinggi merupakan otoritas tertinggi secara politik dan keagamaan.

"Ia adalah panglima tertinggi angkatan bersenjata, memiliki keputusan final dalam urusan negara, menunjuk pejabat penting di bidang peradilan, militer, dan media, serta menjadi panglima tertinggi di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)," pungkasnya.

Al Jazeera juga melaporkan proses pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran kini menjadi perhatian dunia. Di tengah tekanan internasional dan situasi keamanan yang memanas, keputusan Majelis Ahli akan sangat menentukan arah masa depan Republik Islam Iran.

Kekosongan Jabatan Pemimpin Tertinggi Iran

Untuk diketahui, dalam Konstitusi Iran disebutkan bahwa jika jabatan Pemimpin Tertinggi kosong, tugas tersebut akan dijalankan sementara oleh sebuah dewan hingga pengganti terpilih.

Menurut media Iran, dewan sementara itu terdiri dari Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, serta seorang ulama dari Dewan Garda.

Pada Minggu (1 Maret 2026), Ayatollah Alireza Arafi yang berusia 67 tahun ditunjuk sebagai anggota dewan sementara tersebut.

Dewan ini akan memimpin negara hingga Majelis Ahli secara resmi memilih Pemimpin Tertinggi yang baru.

Kepala keamanan Iran sekaligus orang dekat Khamenei, Ali Larijani, menyatakan bahwa proses transisi kekuasaan saat ini sedang berlangsung.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel: