Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sikap Resmi PP Muhammadiyah Atas Serangan AS-Israel ke Iran yang Tewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei

Sikap Resmi PP Muhammadiyah Atas Serangan AS-Israel ke Iran yang Tewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan pernyataan sikapnya terkait perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah yang kian memanas dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam pernyataan resminya, Muhammadiyah menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya konflik, termasuk jatuhnya korban jiwa di sejumlah negara.

Muhammadiyah menyampaikan rasa duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta korban lainnya yang menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel ke Republik Islam Iran.

Ormas Islam bercorak modernis itu juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban akibat serangan balasan Iran di beberapa negara Arab.

"Selain itu, Muhammadiyah mengecam keras serangan yang terjadi dan menilainya sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia, hukum internasional, serta bentuk pengabaian terhadap berbagai keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," kata Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni dalam keterangannya.

Muhammadiyah mendesak PBB untuk menjatuhkan sanksi tegas kepada Amerika Serikat dan Israel atas pelanggaran yang dinilai telah terjadi, serta merealisasikannya melalui langkah konkret.

Organisasi ini juga mendorong PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) agar segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan genosida terhadap bangsa Palestina, menghentikan segala bentuk kekerasan, serta mencegah meningkatnya ketegangan antarnegara di kawasan Timur Tengah.

Muhammadiyah turut menyerukan agar Iran dan negara-negara Arab dapat menahan diri serta mengedepankan dialog, sehingga tidak terlibat konflik lebih jauh di antara sesama anggota OKI.

Di samping itu, Muhammadiyah mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog yang konstruktif guna menciptakan perdamaian berkelanjutan di kawasan.

Dalam pernyataannya, Muhammadiyah juga mengajak seluruh negara, lembaga multilateral dan bilateral, tokoh agama, serta elemen masyarakat internasional untuk bersama-sama menciptakan perdamaian dan keadilan global.

"Muhammadiyah menegaskan pentingnya mengecam segala bentuk tindakan sewenang-wenang yang berpotensi merusak tatanan dunia dan menghancurkan peradaban umat manusia," tutupnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: