- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Bahlil: Impor Energi dari AS Masih Tahap Tindak Lanjut, LPG Sudah Direalisasikan Sebagian
Kredit Foto: Istimewa
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa realisasi impor energi dari Amerika Serikat (AS) masih berjalan sesuai tahapan yang telah disepakati kedua negara.
Hal itu disampaikan Bahlil kepada awak media di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/3/2026). Ia menjelaskan bahwa implementasi teknis dilakukan setelah penandatanganan kesepakatan resmi.
“Impor AS kan sudah saya katakan bahwa impor AS itu setelah ditandatangani baru kita melakukan tindak lanjutnya secara detail. Dan itu kita kasih kesempatan sekitar 60 hari dan sampai hari ini saya pikir kita sebagian kita sudah ambil dari AS terutama elpiji. Sebagian sudah kita ambil,” ujar Bahlil.
Baca Juga: Mineral Kritis Jadi Kartu As Indonesia, Bahlil: Bangun Smelter Dulu Baru Ekspor
Menurutnya, pemerintah memberikan waktu sekitar 60 hari untuk menindaklanjuti detail teknis setelah kesepakatan diteken. Dalam periode tersebut, kementerian dan pihak terkait melakukan finalisasi aspek teknis, volume, hingga skema distribusi.
Bahlil mengungkapkan bahwa salah satu komoditas yang sudah mulai direalisasikan impornya adalah elpiji (LPG). Meski tidak merinci volume, ia memastikan sebagian pasokan telah masuk sebagai bagian dari implementasi kerja sama energi kedua negara.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber pasokan energi nasional, sekaligus menjaga stabilitas suplai dalam negeri di tengah dinamika pasar global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: