Kredit Foto: Wahyu Pratama
Produsen kendaraan listrik seperti Kia umumnya menyampaikan angka jarak tempuh berdasarkan standar uji laboratorium seperti WLTP yang dirancang untuk memberi gambaran performa maksimal kendaraan.
Pada Kia EV9 GT-Line, angka resmi tersebut berada di kisaran 497 km dalam sekali pengisian penuh untuk varian baterai besar dengan sistem AWD yang menjadi daya tarik utama di segmen SUV listrik tiga baris.
Meski terlihat impresif, angka 497 km WLTP bukanlah jaminan jarak tempuh yang selalu tercapai dalam penggunaan sehari-hari di jalan raya.
Standar WLTP mengukur konsumsi energi dalam kondisi terkontrol yang tidak sepenuhnya mencerminkan situasi lalu lintas dan gaya berkendara pengguna umum.
Selisih antara klaim laboratorium dan real-world range muncul karena variabel nyata seperti kecepatan berkendara, kontur jalan, suhu lingkungan, serta penggunaan AC atau pemanas kabin.
Beban kendaraan yang lebih berat akibat penumpang dan barang juga berkontribusi pada peningkatan konsumsi energi baterai.
Baca Juga: Kia EV9 GT Line vs Mercedes EQS SUV, Siapa Juara SUV Listrik Tiga Baris?
Jika dibandingkan dengan standar EPA dari Amerika Serikat yang cenderung lebih konservatif, estimasi jarak tempuh EV9 AWD berada di sekitar 418 km.
Angka EPA sering dipandang lebih mendekati kondisi nyata karena metode pengujiannya lebih ketat dalam mensimulasikan penggunaan harian.
Dalam praktik berkendara moderat di jalan umum dengan kecepatan sekitar 90 km/jam, beberapa pengujian independen mencatat real-world range EV9 AWD berada di kisaran 426 hingga 467 km.
Rentang tersebut menunjukkan penurunan sekitar 15–20 persen dibanding klaim WLTP yang sering terjadi pada kendaraan listrik modern.
Penggunaan AC atau pemanas secara intens dalam kondisi cuaca ekstrem dapat kembali memangkas jarak tempuh menjadi sekitar 395 hingga 433 km.
Pengalaman pengguna di forum komunitas seperti Reddit juga memperlihatkan variasi jarak tempuh antara 280–320 mil atau setara 450–515 km tergantung gaya berkendara.
Namun dalam skenario highway dengan kecepatan tinggi, banyak pemilik melaporkan angka yang turun ke kisaran 260–300 mil atau sekitar 420–480 km.
Perbedaan ini bukan berarti klaim pabrikan menyesatkan, melainkan karena WLTP dan EPA dirancang sebagai standar pembanding yang konsisten antar kendaraan.
Gaya mengemudi agresif, akselerasi spontan, serta penggunaan fitur hiburan dan HVAC secara terus-menerus dapat mempercepat konsumsi energi.
Karena itu, angka WLTP sebaiknya dipahami sebagai potensi maksimal dalam kondisi ideal, bukan patokan mutlak penggunaan harian.
Dalam skenario campuran kota dan tol, jarak tempuh realistis EV9 umumnya berada di rentang 380–460 km.
Bagi keluarga yang merencanakan perjalanan jauh, estimasi realistis ini membantu menghitung kebutuhan pengisian ulang secara lebih akurat.
Keunggulan EV9 tetap terlihat dari kemampuan fast charging yang memungkinkan pengisian hingga 80 persen dalam waktu sekitar 20–30 menit di stasiun kompatibel.
Durasi pengisian yang relatif singkat ini membantu menutup selisih antara klaim laboratorium dan penggunaan nyata di lapangan.
Kesimpulannya, angka 497 km WLTP adalah representasi performa terbaik, sementara jarak tempuh riil tetap berada di level kompetitif untuk kebutuhan touring keluarga jarak jauh.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: