Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ini Daftar Negara yang Langsung Terdampak Akibat Selat Hormuz Ditutup, Indonesia Termasuk?

Ini Daftar Negara yang Langsung Terdampak Akibat Selat Hormuz Ditutup, Indonesia Termasuk? Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga energi global tercatat melonjak signifikan pada Selasa (3/03) pascaserangan Amerika Serikat-Israel melawan Iran, menyusul kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khameni.

Iran dilaporkan menyerang kapal dan fasilitas energi, menutup jalur pelayaran di kawasan Teluk, serta memaksa penghentian produksi dari Qatar hingga Irak.

Kontrak acuan minyak mentah Brent naik hampir 8 persen ke atas 83 dolar AS per barel yang merupakan level tertinggi sejak Juli 2024.

"Secara keseluruhan, kenaikan harga sejak Jumat lalu telah melampaui 15 persen," tulis laporan dari Reuters.

Sementara, harga gas di Eropa juga sempat melonjak hingga 40 persen sebelum akhirnya terkoreksi, setelah sehari sebelumnya sudah lebih dulu naik 40 persen. Komoditas lain seperti gula, pupuk, dan kedelai turut mengalami kenaikan.

Konflik yang merembet hingga penutupan Selat Hormuz dampaknya terbukti terasa, setidaknya wilayah itu menyumbang hampir sepertiga produksi minyak dunia dan sekitar seperlima produksi gas alam global itu berisiko memicu lonjakan inflasi baru.

"Jika perang berkepanjangan, pemulihan ekonomi di Eropa dan Asia dikhawatirkan kembali tertekan,"

Negara yang Terdampak

Dan berikut negara-negara yang sangat terdampak akibat penutupan Selat Hormuz

Irak

Irak, produsen terbesar kedua di OPEC, menyatakan pada Selasa bahwa mereka mungkin terpaksa memangkas produksi lebih dari 3 juta barel per hari dalam beberapa hari ke depan jika kapal tanker tidak dapat bergerak bebas menuju terminal pemuatan.

Dua pejabat perminyakan Irak menyebutkan, hingga Selasa produksi dari ladang minyak Rumaila telah dikurangi 700 ribu barel per hari. Sementara itu, produksi di ladang West Qurna 2 dipangkas 460 ribu barel per hari.

Qatar

Sehari sebelumnya, Qatar menghentikan operasional fasilitas LNG-nya, yang termasuk terbesar di dunia dan menyuplai sekitar 20 persen ekspor LNG global.

Arab Saudi

Arab Saudi juga menangguhkan produksi di kilang domestik terbesarnya, sementara Israel dan wilayah Kurdistan Irak turut menghentikan sebagian produksi minyak dan gas.

China dan India

Di luar Timur Tengah, kilang-kilang di China mulai menghentikan sejumlah unit produksi akibat terganggunya pasokan minyak mentah. India, salah satu negara yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah, menyatakan telah mulai melakukan pembatasan distribusi gas ke sektor industri setelah produksi Qatar terhenti.

Krisis yang meluas ini tidak hanya mengguncang pasar energi, tetapi juga meningkatkan risiko perlambatan ekonomi global jika ketegangan tak segera mereda.

Selat Hormuz Lumpuh

Lalu lintas melalui Strait of Hormuz ditutup untuk hari keempat setelah Iran menyerang lima kapal. Jalur strategis ini menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak dan LNG global.

Data pelacakan kapal Vortexa menunjukkan, jumlah kapal tanker minyak mentah yang melintasi selat tersebut turun drastis menjadi hanya empat kapal pada 1 Maret 2026, atau sehari setelah konflik pecah, ini melorot drastis dibanding rata-rata 24 kapal per hari sejak Januari. Tiga dari empat kapal itu berbendera Iran.

Ratusan tanker bermuatan minyak dan LNG kini terdampar di sekitar pusat distribusi utama, termasuk pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab, dan tidak dapat mengirim pasokan ke pelanggan di Asia, Eropa, maupun kawasan lainnya.

Upaya Alih Rute

Sejumlah perusahaan mencoba mencari jalur alternatif. Raksasa minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, dilaporkan berupaya mengalihkan sebagian ekspor minyaknya ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah melalui jalur pipa timur-barat. Namun, sejumlah sumber industri menyebut kapasitas pipa tersebut terbatas dan berpotensi menjadi target serangan sekutu Iran.

Pada Selasa, sebuah tangki bahan bakar di pelabuhan komersial Duqm, Oman, dilaporkan terkena serangan drone.

Kebakaran juga terjadi di Fujairah, salah satu pusat minyak utama kawasan, yang memperlambat pengisian bahan bakar kapal dan berpotensi mengalihkan permintaan ke pelabuhan lain seperti Singapura.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: