Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemimpin Tertinggi Iran Serukan Peringatan 47 Tahun Digulingkannya Reza Pahlavi yang Dicap 'Antek Asing'

        Pemimpin Tertinggi Iran Serukan Peringatan 47 Tahun Digulingkannya Reza Pahlavi yang Dicap 'Antek Asing' Kredit Foto: Reuters/Murad Sezer
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei membacakan sebuah pidato kenegaraan peringatan 47 tahun Revolusi Islam 1979 dan meminta agar rakyat Iran bersatu.

        "Musuh harus dibuat kecewa karena akan tetap rentan dipersekusi," kata Ali Khamenei.

        Hal itu ditegaskannya di tengah meningkatnya tensi politik dengan Amerika Serikat dan Ali Khamenei juga mengobarkan semangat nasionalisme karena itu akan membuat musuh gentar, sekalipun harus berhadapan dengan rudal dan pesawat bom.

        Baca Juga: AS Keluarkan Peringatan, Iran Tak Akan Segan Membajak Kapal Tanker di Selat Hormuz

        Khamenei juga kompak turun ke jalan untuk memperingati perayaan Revolusi Islam 1979, sebab aksi unjuk rasa tahunan itu adalah perwujudan martabat suatu negara ketika sedang diuji berhadap-hadapan dengan kekuatan asing yang ingin mengintervensi kedaulatan Iran.

        Untuk diketahui, Revolusi Islam 1979 adalah peristiwa digulingkannya pemerintahan Shah Reza Pahlavi yang dinilai sangat bergantung dengan kekuataan asing terutama kepada Amerika Serikat dan Inggris.

        Saat itu, rakyat Iran berhasil menggulingkan rezim monarki otoriter Reza Pahlevi dan membuatnya melarikan diri ke Amerika Serikat dan menjalani peran sebagai pelarian politik.

        Monarki Rezim Reza Pahlavi berakhir pada 11 Februari 1979 dan kemudian Iran berubah menjadi sebuah Republik Islam yang dipimpin oleh pemimpin Syi’ah.

        Warga Iran memandang pemerintahan Reza Pahlavi sebagai pemimpin yang korup, represif, dan dicap sebagai 'antek asing' karena membeo ke AS.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: