Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui kalau tingkat polusi udara yang tinggi di Jakarta telah lama menjadi masalah yang belum terselesaikan hingga kini.
Ia mengklaim, masalah banjir dan sampah sejak ia menjadi orang nomor satu di Balai Kota, sudah dapat tertangani. Namun, untuk masalah polusi, masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Polusi di Jakarta salah satu persoalan klasik yang sampai hari ini secara jujur saya mengatakan belum terselesaikan secara baik," kata Pramono.
Baca Juga: Pasca Idulfitri Biasanya Banyak Perantau Mengadu Nasib di Jakarta, Begini Kata Pramono
Ia merinci sektor transportasi menjadi penyumbang emisi gas buang terbesar dengan menyumbang 50 persen di Jakarta.
Solusinya, Pramono akan mengganti bus Transjakarta berteknologi diesel dengan 10.000 bus listrik pada 2030.
Sebelumnnya, beberapa hari lalu, perusahaan kualitas udara berbasis teknologi dari Swiss, IQAir merilis kualitas udara di Jakarta yang masuk kategori tidak sehat dan menempati posisi ke-10 kota dengan polusi terburuk di dunia.
Tercatat Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) berada di angka 127 dengan nilai konsentrasi partikel halus PM2.5 berada di angka 40 mikrogram per meter kubik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: