Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sinyal Asia Memanas, China Tegaskan Dukung Kekuatan Pro-Reunifikasi di Taiwan

Sinyal Asia Memanas, China Tegaskan Dukung Kekuatan Pro-Reunifikasi di Taiwan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

China kembali menegaskan sikap kerasnya terhadap Taiwan. Kali ini dengan menyatakan akan memberikan dukungan penuh kepada kelompok yang dianggap “patriotik dan pro-reunifikasi”, sekaligus berjanji menindak tegas pihak-pihak yang mendorong kemerdekaan dari Taiwan.

Elite Pemimpin Partai Komunis China, Wang Huning mengatakan para pejabat harus terus mendorong apa yang ia sebut sebagai “tujuan besar reunifikasi nasional”.

Baca Juga: Kendaraan Beroda 6x6 dari China Sukses Selesaikan Misi Pengujian Ekstrem di Antartika

Menurutnya, China perlu mendukung secara tegas kekuatan pro-reunifikasi, menindak keras kelompok “separatis" kemerdekaan, menolak campur tangan kekuatan eksternal dan menjaga stabilitas dan perdamaian di Selat Taiwan.

Di sisi lain, meski pernyataan resmi tidak secara eksplisit menyebut penggunaan kekuatan militer, opsi terkait tidak pernah dicoret oleh China. Hal ini ditegaskan kembali oleh Kementerian Pertahanan China yang merespons aktivitas militer dari Taiwan.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan China, Jiang Bin menyatakan bahwa jika pasukan bersenjata pro-kemerdekaan berani memprovokasi konflik, mereka akan dihancurkan.

Taiwan Tegaskan Hak Penentuan Nasib Sendiri

Taiwan menanggapi pernyataan tersebut dengan menegaskan kembali bahwa hanya rakyatnyalah yang berhak menentukan masa depan pulau itu. Otoritas Taipei menyebut pernyataan itu sebagai pengulangan narasi lama terkait penentangan terhadap separatisme dan ambisi mengambil alih wilayah dari Taiwan.

Dewan Urusan Daratan Taiwan, Mainland Affairs Council bahkan menilai tujuan akhir tetangganya itu adalah menghapus Republik China atau Taiwan. 

Dampak Global dan Kekhawatiran Investor

Isu Taiwan tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga berpotensi mengguncang pasar keuangan global. Eskalasi Selat Taiwan berisiko mengganggu rantai pasok global, terutama industri semikonduktor, serta memicu sentimen risk-off dalam pasar saham dan mata uang.

Investor Indonesia dan Asia didorong waspada terhadap perkembangan geopolitik ini karena menjadi faktor eksternal penting yang patut dipantau, terutama dalam konteks volatilitas pasar dan stabilitas regional.

Baca Juga: Filipina Lihat Sinyal China Ingin Redam Sengketa LCS

Isu Taiwan tetap menjadi titik panas geopolitik utama di Asia. Dengan China terus meningkatkan tekanan politik dan militer dan sisi lainnya bersikukuh pada prinsip penentuan nasib sendiri, risiko eskalasi tetap terbuka. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: