- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Jadi Motor Penggerak, Begini Strategi Bukalapak (BUKA) Pacu Bisnis Gaming di 2026
Kredit Foto: Bukalapak
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatatkan kinerja positif dari segmen gaming hingga kuartal ketiga 2025. Lini usaha ini kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu motor penggerak utama kinerja Perseroan.
Perkembangan tersebut sejalan dengan strategi BUKA dalam membangun one-stop gaming platform yang menghadirkan beragam produk dan layanan digital secara terintegrasi dalam satu ekosistem.
"Dari sisi kinerja, produk dan layanan gaming mencatatkan tren pertumbuhan yang baik, yang tercermin dari peningkatan aktivitas transaksi serta perluasan basis pengguna. Segmen ini juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan Perseroan dan terus dikelola sebagai salah satu sumber pertumbuhan utama," kata Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Cut Fika Lutfi, dikutip dari keterbukaan informasi, Senin (16/2).
Per sembilan bulan pertama 2025, Bukalapak mengantongi laba bersih senilai Rp2,9 triliun, berbalik dari posisi rugi Rp597,34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan Bukalapak juga melonjak signifikan menjadi Rp4,72 triliun, naik 39,03%.
Lonjakan ini terutama ditopang oleh kontribusi dari segmen gaming sebesar Rp3,85 triliun, diikuti oleh online to offline (O2O) sebesar Rp605,9 miliar, ritel Rp226,7 miliar, dan investasi senilai Rp42,7 miliar.
Baca Juga: Bukalapak (BUKA) Beber Kinerja Ekosistem Marketplace Usai Beralih ke Produk Virtual
Cut Fika menyebut, pertumbuhan segmen gaming terutama ditopang oleh layanan top-up game, penjualan voucher game, serta voucher digital untuk layanan streaming. Produk-produk tersebut mencatat performa solid seiring meningkatnya konsumsi konten digital dan pergeseran pola transaksi masyarakat ke platform daring.
Kemudahan akses serta pilihan produk yang semakin beragam juga menjadi faktor pendukung. Di sisi lain, penguatan kerja sama dengan mitra strategis dan optimalisasi jaringan distribusi turut mendorong kenaikan volume transaksi.
Tidak hanya mengandalkan pasar yang ada, Perseroan juga melakukan ekspansi geografis guna memperluas jangkauan ekosistem gaming.
Strategi Bukalapak Pacu Bisnis Gaming di 2026
Memasuki 2026, BUKA membidik pertumbuhan gaming yang berkelanjutan dengan fokus pada peningkatan profitabilitas dan kualitas pendapatan. Optimalisasi monetisasi serta penguatan basis pengguna menjadi dua strategi utama yang akan dijalankan.
"Strategi pengembangan ekosistem salah satunya dengan tetap melakukan ekspansi pasar secara selektif, penambahan variasi produk digital dengan tingkat utilisasi yang tinggi, serta penguatan kerja sama dengan mitra strategis untuk memastikan ketersediaan produk game berkualitas dengan harga yang kompetitif baik di pasar lokal maupun internasional," jelas Cut Fika.
Selain itu, Perseroan akan terus meningkatkan performa dan keandalan platform, sekaligus menyempurnakan pengalaman pengguna untuk mendorong retensi dan frekuensi transaksi.
Sinergi dengan jaringan distribusi yang telah dimiliki juga akan dioptimalkan guna memperluas akses pasar dan meningkatkan produktivitas dalam ekosistem gaming.
Baca Juga: Bukalapak (BUKA) Bakal Lanjutkan Buyback Saham Senilai Rp280,99 Miliar
Di tengah industri gaming yang bergerak cepat, Perseroan turut berkomitmen untuk mencermati berbagai dinamika, mulai dari intensitas persaingan, perubahan preferensi pengguna, hingga perkembangan teknologi dan regulasi di berbagai wilayah operasional.
"Perseroan mengantisipasi hal tersebut melalui pengelolaan portofolio produk secara selektif, penguatan kapabilitas teknologi, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas. Dengan strategi tersebut, Perseroan memandang segmen gaming akan tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kinerja usaha Perseroan pada tahun 2026," tandas Cut Fika.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: