Kredit Foto: Pegadaian
PT Pegadaian mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis emas sepanjang 2025, dengan total kelolaan ekosistem emas mencapai 136 ton. Capaian tersebut ditopang peningkatan transaksi Bank Emas Pegadaian, seiring meningkatnya pemanfaatan emas sebagai instrumen pembiayaan dan investasi masyarakat.
Hingga 31 Desember 2025, total transaksi dan kelolaan Bank Emas Pegadaian tercatat 33,7 ton. Rinciannya meliputi Tabungan Emas sebesar 17,1 ton, Cicil Emas 10,3 ton, Deposito Emas 2,18 ton, serta transaksi Titipan Emas Korporasi dan Pinjaman Modal Kerja Emas yang terus tumbuh.
Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan menyatakan, pertumbuhan bisnis emas tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola aset emas.
“Selama tahun 2025, kelolaan ekosistem emas di Pegadaian mencapai 136 ton, yang mencakup portofolio agunan emas produk gadai dan portofolio layanan Bank Emas Pegadaian. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat semakin aware untuk berinvestasi emas serta semakin bijak dalam mengoptimalkan aset emas yang dimiliki,” ujar Damar, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Baca Juga: Gen Z Mulai Lirik Emas, Ini Tips Investasi yang Paling Masuk Akal
Baca Juga: Laba Bersih Pegadaian Melonjak 42,6% Jadi Rp8,34 Triliun Sepanjang 2025
Selain layanan Bank Emas, produk gadai berbasis emas tetap menjadi kontributor utama dalam ekosistem emas Pegadaian. Agunan emas dari produk gadai menjadi bagian dominan dari total kelolaan emas, sejalan dengan peningkatan kebutuhan likuiditas masyarakat dan pelaku UMKM.
Penguatan bisnis emas Pegadaian juga ditopang oleh aspek regulasi. Pada Februari 2026, terbit Fatwa DSN-MUI No.166 Tahun 2026 tentang Layanan Kegiatan Usaha Bulion Berdasarkan Prinsip Syariah, yang menjadi landasan operasional industri bulion nasional. Saat ini, produk Cicil Emas, Tabungan Emas, dan Rahn Emas Pegadaian telah memenuhi ketentuan syariah.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha menyampaikan bahwa ke depan bisnis emas akan diperkuat melalui strategi peningkatan pangsa pasar dan optimalisasi kanal digital.
“Kinerja Pegadaian ke depan akan didorong melalui strategi peningkatan market share dan optimalisasi layanan digital melalui aplikasi TRING!,” ujar Ferdian.
Baca Juga: Tambang Pani Beroperasi, Targetkan 115 Ribu Ounces Emas per Tahun
Ia menambahkan bahwa digitalisasi diharapkan menyempurnakan ekosistem Bank Emas Pegadaian dengan meningkatkan kemudahan akses, kecepatan transaksi, dan kenyamanan berinvestasi emas.
“Melalui TRING!, seluruh nasabah Pegadaian, baik konvensional maupun syariah, dapat mengakses seluruh produk Pegadaian secara real time dalam satu aplikasi,” kata Ferdian.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: