Perang Iran-Amerika Serikat Bakal Panjang: Tidak Ada Rencana Jelas untuk Mengakhirinya
Kredit Foto: Istimewa
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan kekhawatirannya terkait dengan perang antara Iran, Amerika Serikat dan Israel. Ia menilai konflik tersebut berpotensi memicu eskalasi berbahaya dan panjang di Timur Tengah.
Merz mengatakan konflik tersebut menunjukkan tanda-tanda peningkatan ketegangan tanpa adanya rencana bersama yang jelas untuk mengakhirinya.
Baca Juga: Waduh, Konsulat Rusia di Iran Rusak Akibat Serangan Israel-Amerika Serikat
“Kami sangat khawatir karena jelas tidak ada rencana bersama untuk mengakhiri perang ini secara cepat dan meyakinkan,” kata Merz, dikutip dari Reuters.
Merz menyatakan pihaknya memahami sejumlah tujuan operasi militer Amerika Serikat dan Israel. Namun ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menginginkan konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
“Kami tidak memiliki kepentingan dalam perang tanpa akhir. Kami juga tidak ingin melihat integritas wilayah, kedaulatan negara, atau kelangsungan ekonomi Iran runtuh,” ujarnya.
Menurut Merz, dunia membutuhkan kestabilan, termasuk di Iran. Hal tersebut akan membawa tatanan keamanan regional bagi Timur Tengah.
Pernyataan Merz juga mencerminkan kekhawatiran negara-negara global terhadap dampak ekonomi dari konflik yang berkepanjangan. Salah satu perhatian utama adalah potensi penutupan Strait of Hormuz. Ia merupakan jalur pelayaran energi yang dilalui sekitar dua puluh persen pasokan minyak dunia.
Baca Juga: Diduga Balasan Milisi Pro-Iran, Fasilitas Diplomatik Amerika Serikat Kena Serang di Irak
Gangguan Hormuz dapat memicu lonjakan harga energi global serta mengganggu stabilitas ekonomi internasional. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan perang akan segera berakhir namun bisa saja panjang jika ada penutupan jalur di Selat Hormuz.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: