Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Strategi Pemerintah dan DKI Jakarta Hadapi 3,67 Juta Kendaraan Keluar Kota saat Puncak Arus Mudik 2026

        Strategi Pemerintah dan DKI Jakarta Hadapi 3,67 Juta Kendaraan Keluar Kota saat Puncak Arus Mudik 2026 Kredit Foto: Jasa Marga
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Musim mudik Lebaran 1447 H/2026 diprediksi menimbulkan arus kendaraan tinggi dari Jakarta ke berbagai provinsi. Pemerintah pun mempersiapkan strategi transportasi agar perjalanan pemudik aman dan nyaman.

        Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, lalu lintas keluar Jakarta selama H-10 sampai H+11 diproyeksikan mencapai 3,67 juta kendaraan. Puncak arus mudik diperkirakan pada Rabu, 18 Maret 2026, dengan 259.000 kendaraan.

        Arus balik ke Jakarta juga tinggi, diperkirakan 3,54 juta kendaraan. Titik puncak arus balik pada Senin, 24 Maret 2026, diperkirakan mencapai 285.000 kendaraan, sehingga pengaturan arus dan rekayasa lalu lintas menjadi prioritas.

        Menjelang masa mudik, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya koordinasi lintas wilayah. Ia menyatakan, Provinsi DKI Jakarta termasuk daerah dengan pergerakan masyarakat tertinggi secara nasional.

        "Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi dengan pergerakan masyarakat tertinggi secara nasional," ujar Menhub, Rabu (18/2/2026) dikutip dari ANTARA.

        Pernyataan ini menjadi dasar pemerintah merancang layanan dan pengawasan transportasi.

        Pemprov DKI diminta menyiapkan Posko Pelayanan dan Monitoring Angkutan Lebaran. Posko ini akan memastikan armada siap beroperasi, melakukan ramp check, serta memeriksa kesehatan pengemudi.

        Layanan ini bertujuan mengurangi kepadatan di jalur utama dan mempermudah masyarakat yang menggunakan transportasi umum.

        Selain itu, Menhub mendorong optimalisasi transportasi feeder. Pemprov diminta mempermudah akses pemudik menuju terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara, terutama ke simpul mudik gratis.

        Rekayasa lalu lintas dilakukan secara kondisional. Jalur rawan kemacetan dijaga petugas, jalur alternatif disiapkan, dan pemantauan melalui CCTV diterapkan untuk memastikan arus mudik dan balik tetap lancar.

        Sosialisasi keselamatan berkendara juga menjadi fokus. Edukasi ditujukan pada pengguna kendaraan pribadi agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan selama perjalanan.

        Baca Juga: Warga Jateng Bisa Mudik Gratis 2026 Naik Kereta, Ini Link dan Cara Daftarnya

        Fasilitas di simpul transportasi padat ditingkatkan agar pemudik mendapatkan kenyamanan dan keamanan. Penyediaan gerai makanan, bengkel kendaraan, hingga toilet portabel dilakukan agar perjalanan lancar.

        Koordinasi antar lembaga pusat dan daerah menjadi kunci kelancaran angkutan Lebaran. Dengan persiapan yang matang, pemudik diharapkan dapat melakukan perjalanan yang aman, efisien, dan nyaman dari keberangkatan hingga kembali ke rumah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: