Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Emiten Happy Hapsoro (BUVA) Ungkap Alasan Rights Issue 50 Miliar Saham

        Emiten Happy Hapsoro (BUVA) Ungkap Alasan Rights Issue 50 Miliar Saham Kredit Foto: BUVA
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Emiten Happy Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mengungkap alasan di balik rencana penambahan modal melalui skema penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

        Dalam aksi korporasi ini, Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 50 miliar saham, setara maksimum 203,11% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

        Dalam keterbukaan informasi yang dilansir Kamis (19/2), manajemen BUVA menyatakan bahwa rights issue dipilih Perseroan sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan, sekaligus menekan beban keuangan dibandingkan jika pendanaan dilakukan melalui pinjaman perbankan.

        Skema PMHMETD II juga dinilai memberi ruang bagi para pemegang saham untuk terlibat langsung dalam mendukung pertumbuhan Perseroan.

        Untuk memastikan penyerapan dana optimal, terutama dari pemegang saham publik, BUVA berkomitmen menyajikan keterbukaan informasi dan prospektus yang komprehensif. Perseroan juga akan menetapkan rasio serta harga pelaksanaan yang diharapkan mampu menarik partisipasi pemegang saham dalam aksi korporasi ini.

        Baca Juga: Terseret Skandal Goreng Saham Minna Padi, Emiten Hapsoro (BUVA) Buka Suara!

        Saat ini, kajian internal terkait harga pelaksanaan dan rasio PMHMETD II masih berlangsung. Detail lengkapnya akan diumumkan dalam Prospektus PMHMETD II sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

        Dukungan dari pemegang saham pengendali dan pemegang saham utama pun telah dikantongi. Bahkan, keduanya menyatakan kesiapan untuk menyerap hak lebih besar apabila ada pemegang saham lain yang tidak menggunakan haknya.

        “Berdasarkan konfirmasi pemegang saham pengendali dan pemegang saham utama Perseroan memiliki rencana untuk mengambil HMETD lebih dari proporsi bagiannya apabila terdapat pemegang saham lain yang tidak melaksanakan haknya. Hal ini akan dipublikasikan dalam Prospektus HMETD II sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata manajemen. 

        Terkait target dana yang akan dihimpun, keberadaan pembeli siaga (standby buyer), hingga rincian penggunaan dana, seluruhnya akan diungkap dalam prospektus resmi. Namun secara garis besar, dana hasil rights issue akan difokuskan untuk belanja modal.

        Baca Juga: Emiten Hapsoro (BUVA) Rancang Rights Issue 50 Miliar, Sahamnya Meroket!

        "Untuk keperluan belanja modal berupa pembelian lahan, pengembangan aset serta usaha Perseroan, pengambilalihan perusahaan yang memiliki nilai strategis bagi pengembangan usaha dan mewujudkan pertumbuhan anorganik Perseroan dan/atau untuk pembayaran atas kewajiban Perseroan dan/atau anak usaha," ujar manajemen.

        Manajemen menambahkan bahwa Perseroan berkomitmen untuk menggunakan dana hasil PMHMETD II secara konsisten dengan rencana yang telah ditetapkan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: