Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kesabaran Amerika Serikat (AS) Habis, Iran Wajib Capai Kesepakatan Nuklir Dalam Seminggu

        Kesabaran Amerika Serikat (AS) Habis, Iran Wajib Capai Kesepakatan Nuklir Dalam Seminggu Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat (AS) memberikan ultimatum terbarunya soal kesepakatan nuklir dengan Iran. Teheran dituntut untuk segera mencapai kesepakatan dalam waktu satu minggu atau menghadapi konsekuensi serius dari Negeri Paman Sam.

        Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memperingatkan konsekuensi serius akan datang jika tak ada kesepakatan yang dicapai dengan Iran. Ia memberikan tenggat waktu tidak lebih dari sepuluh hingga lima belas hari.

        Baca Juga: Rusia Sentil Amerika Serikat (AS), Jangan Macam-macam Apalagi Berani Serang Iran

        “Kalau tidak, hal-hal buruk akan terjadi,” ujar Trump, dikutip dari Reuters.

        Iran menurutnya sudah tak memiliki kemampuan nuklir yang berarti. Namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan tindakan lebih lanjut akan diambil oleh AS.

        “Kita mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak. Anda akan mengetahuinya dalam waktu sekitar sepuluh hari. Maksimal lima belas hari,” kata Trump.

        Diketahui, Iran selama ini dituduh berupaya mengembangkan senjata nuklir. Washington menuntutnya untuk sepenuhnya menghentikan pengayaan uranium, proses yang dapat digunakan untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir maupun hulu ledak nuklir.

        Baca Juga: Waspada Kejutan Amerika Serikat (AS), Iran Test Roket hingga Diam-diam Bangun Pertahanan

        Iran juga dituntut untuk menghentikan pengembangan rudal balistik jarak jauh, menghentikan dukungan terhadap kelompok-kelompok bersenjata serta menghentikan penggunaan kekerasan untuk meredam protes domestik.

        Amerika Serikat di sisi lain juga telah mengerahkan kapal induk, kapal perang, dan jet tempur ke Timur Tengah. Hal itu meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan serangan militer baru terhadap Iran.

        Baca Juga: Selat Hormuz Jadi Sorotan, Begini Nasib Harga Minyak Hari Ini (20/2)

        Adapun Iran menolak tuntutan dari AS. Ia menegaskan hanya bersedia membahas isu nuklir. Teheran menyebut upaya pembatasan arsenal rudalnya sebagai garis merah, serta terus menyatakan bahwa program nuklirnya bersifat damai.

        Iran juga memperkuat kesiapsiagaan militernya. Citra satelit menunjukkan aktivitas perbaikan dan penguatan fasilitas nuklir serta pangkalan rudal sejak musim panas lalu. Iran juga menggelar latihan militer gabungan termasuk pengerahan pasukan khusus menggunakan helikopter dan kapal perang.

        Baca Juga: Pemerintah Buka Peluang Penurunan Tarif Dagang dengan Amerika Serikat, Tapi Angka Final Belum Ada

        Meningkatnya ketegangan mendorong sejumlah negara untuk mengimbau warganya meninggalkan Iran. Rusia, salah satunya, telah memperingatkan risiko eskalasi ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat ketegangan dari Iran dan AS.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: