Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Setelah Adaro, DOID Finalisasi Sejumlah Kontrak Baru di Pasar Domestik dan Internasional

        Setelah Adaro, DOID Finalisasi Sejumlah Kontrak Baru di Pasar Domestik dan Internasional Kredit Foto: Dwi Aditya Putra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) bersiap mengumumkan sejumlah kontrak baru yang masuk dalam pipelinebisnis tahun ini. Sebelumnya, perseroan telah sukses mengamankan kontrak jangka panjang dengan PT Adaro Indonesia Tbk.

        Direktur BUMA Internasional Grup, Iwan Fuad Salim, mengungkapkan kepercayaan klien menjadi modal utama dalam ekspansi bisnis perusahaan. Hal tersebut tercermin dari hubungan kerja sama dengan Adaro yang telah terjalin selama lebih dari dua dekade.

        “Kami kemarin baru mengumumkan kontrak dari Adaro. Itu menunjukkan trust dari klien kami. Adaro telah mempercayakan operasional kepada kami selama lebih dari 20 tahun,” ujar Iwan di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

        Baca Juga: DOID Alokasikan Capex US$170 Juta, Mayoritas untuk Ekspansi dan Kontrak Baru

        Selain perpanjangan kontrak dengan Adaro, BUMA juga memberikan sinyal positif terkait penambahan portofolio kontrak baru. Saat ini, perseroan tengah berada pada tahap finalisasi dengan sejumlah calon mitra strategis.

        “Yang lain juga banyak yang sedang kami finalisasi,” imbuhnya.

        Ketika ditanya mengenai asal kontrak-kontrak tersebut, Iwan menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara pasar domestik dan internasional.

        “Kami berharap dalam waktu dekat bisa diumumkan ke publik. Karena kami memiliki bisnis domestik dan internasional, kami berharap ada mix dari keduanya,” pungkasnya.

        Sebelumnya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha utama DOID, menandatangani kontrak jangka panjang dengan Adaro Indonesia untuk kelanjutan operasi di Tambang Tutupan Selatan, Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

        Kontrak tersebut berlaku mulai 1 April 2026 hingga 31 Desember 2030, sekaligus mengamankan keberlanjutan operasional dan memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang bagi BUMA.

        Baca Juga: Anak Usaha DOID Amankan Kontrak Tambang Jangka Panjang dari Adaro Indonesia

        Berdasarkan perjanjian tersebut, BUMA diproyeksikan melakukan overburden removal sekitar 239 juta bank cubic meter(bcm) serta memproduksi 44 juta ton batu bara sepanjang periode kontrak. Rata-rata volume tahunan masing-masing mencapai 50,5 juta bcm overburden dan 9,3 juta ton produksi batu bara.

        Perjanjian ini memperpanjang kemitraan BUMA dan Adaro Indonesia yang telah terjalin lebih dari dua dekade, sekaligus memperkuat basis pendapatan berbasis kontrak dan meningkatkan kepastian kinerja keuangan jangka panjang perseroan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: