Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Cadangan Kerugian Membengkak, Laba WOMF Terpangkas 45,8% Sepanjang 2025

        Cadangan Kerugian Membengkak, Laba WOMF Terpangkas 45,8% Sepanjang 2025 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Emiten pembiayaan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) mencatat penurunan laba bersih signifikan sepanjang tahun buku 2025. Berdasarkan laporan keuangan audit, laba tahun berjalan WOMF turun menjadi Rp142,55 miliar dari Rp262,92 miliar pada 2024, atau merosot sekitar 45,8% secara tahunan (year on year/yoy).

        Berdasarkan laporan keuangan, penurunan laba terjadi kala pendapatan relatif stabil Rp2,17 triliun, dari Rp2,16 triliun pada tahun sebelumnya. Tekanan utama berasal dari peningkatan beban, terutama pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai yang melonjak menjadi Rp452,77 miliar dari Rp357,23 miliar.

        Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat menjadi Rp7,37 triliun dibandingkan Rp6,95 triliun pada akhir 2024. Kenaikan aset terutama didorong oleh pertumbuhan piutang pembiayaan investasi yang naik menjadi Rp2,46 triliun serta pembiayaan modal kerja yang meningkat tajam menjadi Rp880,99 miliar.

        Baca Juga: WOM Finance (WOMF) Terbitkan Obligasi Rp1,5 Triliun, Bunga hingga 5,50%

        Total liabilitas juga meningkat menjadi Rp5,39 triliun dari Rp5,05 triliun, dipicu kenaikan utang bank dan obligasi. Sementara itu, ekuitas tumbuh moderat menjadi Rp1,98 triliun dari Rp1,89 triliun, ditopang laba ditahan dan keuntungan aktuaria.

        Dari sisi arus kas, WOMF membukukan arus kas operasi negatif sebesar Rp252,26 miliar, berbalik dari arus kas positif Rp239,59 miliar pada tahun sebelumnya. Namun, arus kas pendanaan yang positif sebesar Rp292,01 miliar membantu menahan penurunan kas, sehingga posisi kas akhir tahun tercatat Rp510,09 miliar.

        Sejalan dengan pelemahan kinerja, laba per saham dasar WOMF turun menjadi Rp40,95 dari Rp75,52 pada 2024, mencerminkan tekanan profitabilitas sepanjang 2025.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: