Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Politisi Mohamad Guntur Romli menyoroti langkah Sony Sonjaya, eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), yang mengajukan diri sebagai Justice Collaborator dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Romli mempertanyakan apakah niat Sony benar-benar serius untuk membantu penegak hukum, atau hanya sekadar alat tawar agar hukumannya lebih ringan.
"Wah Sony Sonjaya eks Waka BGN mau jadi "Justice Collaborator" di kasus Korupsi TSM BGN. Serius apa cuma alat tawar? Siapa yang deg-degan nih? Nanik S Deyang gimana?" tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Minggu (7/6).
Sebelumnya, kuasa hukum Sony, Krisna Murti, mengungkapkan bahwa kliennya berada dalam tekanan dari sejumlah tokoh besar terkait dugaan praktik jual beli titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG. Sony menegaskan dirinya bukan otak dari praktik tersebut, dan karena itu mengajukan diri sebagai Justice Collaborator kepada Kejaksaan Agung.
Krisna menjelaskan, selama ini Sony dipersepsikan sebagai pihak yang menjual titik dapur MBG. Padahal menurut Sony, ia hanya berada dalam tekanan.
"Selama ini dia dipojokkan bahwa dia adalah yang menjual titik-titik dapur, dia yang menjual, dia yang mempermainkan dapur-dapur itu. Padahal, menurut Pak Sony bahwa beliau dalam tekanan, ada atensi gitu lho. Diatensi oleh nama-nama besar yang akan beliau sampaikan nanti sendiri gitu lho," kata Krisna, Jumat (5/8)/2026).
"Beliau ditekan, bahwa otaknya bukan beliau. Bahwa jangan disangkakan jual dapur-dapur itu adalah beliau," ujar Krisna.
Namun Krisna tidak menjelaskan secara terperinci siapa tokoh yang dimaksud saat ditanya apakah berasal dari kalangan politik maupun tokoh tertentu.
"Banyak, Mas, banyak. Nanti beliau akan sebutkan nanti. Banyak tokoh-tokohnya banyak," kata dia.
Baca Juga: Data ICW: Partai-Partai Terafiliasi Yayasan Dapur MBG, Netizen Heboh di X
Hal tersebut menjadi salah satu alasan Sony mengajukan diri sebagai justice collaborator yang disampaikan langsung kepada penyidik Kejaksaan Agung saat pemeriksaan, pada Kamis (4/6/2026) malam, dan telah dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).
"Semalam sudah dituangkan dalam BAP bahwa Pak Sony akan menjadi justice collaborator. Memang beliau sampaikan sendiri kepada penyidik," ujar Krisna.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: