Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        LPDP Bakal Pajang Nama Alumni Tidak Patuh di Situs Resmi

        LPDP Bakal Pajang Nama Alumni Tidak Patuh di Situs Resmi Kredit Foto: Dwi Aditya Putra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah mempertimbangkan kebijakan untuk menampilkan nama alumni yang dinilai tidak patuh terhadap kewajiban program beasiswa di situs resminya.

        Direktur Utama LPDP, Sudarto, menyatakan bahwa opsi tersebut masih dalam tahap kajian internal dan belum menjadi keputusan final.

        “Kami sedang memikirkan dan mempertimbangkan untuk menaruh nama teman-teman alumni yang tidak patuh itu di dalam situs web LPDP,” ujar Sudarto dalam media briefing di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/2/2026) malam.

        Baca Juga: Gandeng Danantara, LPDP Siap Kembangkan Ekosistem Industri untuk Serap Lulusan Alumni

        Menurut Sudarto, wacana kebijakan ini dilatarbelakangi oleh tanggung jawab moral para penerima beasiswa. Ia menekankan bahwa dana LPDP pada dasarnya bersumber dari pajak masyarakat, sehingga para penerima manfaat diharapkan memenuhi seluruh komitmen yang telah disepakati sejak awal.

        “Sekali lagi, ini kan menggunakan dana pajak,” imbuhnya.

        Sudarto menilai, wacana tersebut juga menjadi momentum untuk melakukan pembenahan sistem pengawasan dan kepatuhan alumni. Saat ini, LPDP disebut tengah menjalankan berbagai langkah perbaikan guna memastikan program beasiswa berjalan optimal dan akuntabel.

        “Jadi, ini masih kami pertimbangkan. Banyak hal yang sedang kami lakukan saat ini. Ini memberikan momentum bagi kami untuk melakukan perbaikan,” kata Sudarto.

        Sebelumnya, LPDP menjatuhkan sanksi pengembalian dana pendidikan kepada delapan alumni penerima beasiswa karena terbukti tidak menjalankan kewajiban mengabdi di Indonesia setelah menyelesaikan studi.

        Baca Juga: Tak Mengabdi, LPDP Minta 8 Alumni Kembalikan Dana ke Negara

        Sudarto mengungkapkan, dari delapan alumni tersebut, empat orang telah melunasi kewajiban pengembalian dana pendidikan ke kas negara, sementara empat lainnya masih dalam proses cicilan.

        “Empat orang sudah lunas langsung ke kas negara, sisanya masih mencicil,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: