Amerika Serikat Kembali Berulah, Timnas Iran Terancam Tak Bisa Bertanding di Piala Dunia FIFA 2026
Kredit Foto: Istimewa
Ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Iran kini mulai merembet ke panggung olahraga dunia. Tim nasional Iran disebut masih kesulitan mendapatkan visa masuk ke Amerika Serikat (AS) menjelang gelaran 2026 FIFA World Cup atau Piala Dunia 2026.
Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh mengungkapkan hingga kini para pemain Iran belum memperoleh kepastian terkait visa dari pemerintah Amerika Serikat.
Baca Juga: Iran Tak Butuh Waktu Lama untuk Balas 'Serangan Kejutan' dari Amerika, Pangkalan Udara Jadi Target
“Kami tidak tahu apakah mereka (AS) akan memberikan visa kepada para pemain atau tidak,” ujar Pasandideh saat mengunjungi Kota Tijuana, Meksiko, dikutip Jumat (29/5).
Pernyataan itu memunculkan kekhawatiran baru soal keterlibatan Iran di Piala Dunia 2026 yang sebagian besar pertandingan digelar di wilayah Amerika Serikat.
Menurut Pasandideh, kondisi tersebut membuat Iran tidak tampil dalam situasi yang setara dibanding negara peserta lainnya.
Iran sebelumnya berencana menjadikan Tucson, Arizona sebagai pusat latihan selama turnamen berlangsung. Namun rencana itu batal setelah pemerintah AS disebut enggan menerima keberadaan timnas Iran di wilayahnya. Akibat situasi tersebut, Mexico akhirnya dipilih sebagai lokasi markas sementara Iran selama Piala Dunia.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum sebelumnya secara terbuka mengakui bahwa Amerika Serikat memang tidak ingin timnas Iran tinggal di negaranya.
“Amerika Serikat tidak menginginkan tim nasional Iran untuk tinggal di wilayah Amerika Serikat,” kata Sheinbaum dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
Menurut Sheinbaum, keputusan menjadikan Kota Tijuana sebagai markas Iran muncul setelah FIFA meminta bantuan pemerintah Meksiko.
“Bisakah mereka tinggal di Meksiko? Dan kami berkata, ya tidak ada masalah,” ujarnya menirukan komunikasi dengan pihak FIFA.
Meski tidak diizinkan bermarkas di AS, Iran tetap dijadwalkan memainkan pertandingan Piala Dunia di negara tersebut.
Iran akan menghadapi New Zealand national football team pada 15 Juni di Inglewood, California. Setelah itu, Iran dijadwalkan menghadapi Belgium national football team pada 21 Juni serta melawan Egypt national football team pada 26 Juni di Seattle.
Situasi visa ini pun memunculkan sorotan tajam karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Washington dan Teheran.
Baca Juga: 'Cobaan dari Yang Atas,' Seno Aji Pilih Mawas Diri Hadapi Isu Hak Angket Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud
Banyak pihak menilai persoalan politik mulai mempengaruhi kesiapan teknis salah satu peserta Piala Dunia, meski FIFA selama ini selalu menegaskan prinsip netralitas olahraga internasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: