Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,96 Persen pada Januari 2026, Tembus Rp 8.577 Triliun

        OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,96 Persen pada Januari 2026, Tembus Rp 8.577 Triliun Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit perbankan sebesar 9,96 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Januari 2026, dengan total kredit mencapai Rp8.577 triliun.

        Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan angka tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,63 persen.

        “Pada Januari 2026, kredit tumbuh sebesar 9,96 persen year-on-year menjadi Rp8.577 triliun, meningkat dibandingkan posisi Desember 2025 yang tumbuh 9,63 persen,” kata Dian dalam Konferensi Pers RDKB Februari 2026 di Menara Radius Prawiro, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

        Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 22,38 persen yoy. Selanjutnya, kredit konsumsi tumbuh 6,58 persen dan kredit modal kerja meningkat 4,13 persen yoy. Dari sisi kategori debitur, kredit korporasi tumbuh 16,07 persen yoy.

        Ditinjau dari kepemilikan bank, kredit bank BUMN tumbuh 13,43 persen yoy. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,48 persen yoy menjadi Rp10.076 triliun, sedikit melambat dibandingkan Desember 2025 yang tumbuh 13,83 persen.

        “Dengan giro, deposito, dan tabungan masing-masing tumbuh 19,75 persen, 12,61 persen, dan 8,27 persen year-on-year,” jelasnya.

        Dian menegaskan kondisi likuiditas industri perbankan pada Januari 2026 tetap memadai. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (ALNCD) tercatat sebesar 121,23 persen, turun dari 126,19 persen pada Desember 2025. Sementara rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (ALDPK) berada di level 27,54 persen, dibandingkan 28,57 persen pada Desember 2025.

        “Dan ini masih berada di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen,” terangnya.

        Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 197,92 persen. Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPLgross berada di level 2,14 persen, sedikit meningkat dari 2,05 persen pada Desember 2025, sedangkan NPL net tercatat sebesar 0,82 persen dibandingkan 0,79 persen pada periode sebelumnya.

        Baca Juga: OJK Klaim Suku Bunga Kredit Perbankan Sudah Turun ke 8%

        Baca Juga: OJK Yakin Kredit Perbankan Tumbuh 12% Berkat Dana Rp200 Triliun

        Baca Juga: OJK Ungkap Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun Bakal Turunkan Suku Bunga Kredit Perbankan

        Loan at Risk (LAR) tercatat sebesar 9,01 persen, naik dari 8,77 persen pada Desember 2025. Secara umum, tingkat profitabilitas perbankan yang tercermin dari Return on Assets (ROA) sebesar 2,49 persen, sedikit turun dari 2,53 persen pada Desember.

        “Ketahanan perbankan juga tetap kuat, tercermin dari permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) yang berada di level 25,87 persen,” pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: