Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OJK Gandeng ILO, Perluas Pembiayaan Peternak Sapi Perah

OJK Gandeng ILO, Perluas Pembiayaan Peternak Sapi Perah Kredit Foto: Antara/Fransisco Carolio
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama International Labour Organization (ILO) meluncurkan program digitalisasi dan akses keuangan inklusif bagi peternak sapi perah di Jawa Timur melalui penerapan sistem Enterprise Resource Planning(ERP). Program ini ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan formal sekaligus meningkatkan produktivitas usaha peternakan.

Peluncuran program dilakukan di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (11/6/2026), sebagai bagian dari implementasi program PROMISE 2 IMPACT. Program tersebut merupakan kolaborasi ILO, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan OJK dengan dukungan Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO).

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, mengatakan banyak peternak masih menghadapi hambatan dalam mengakses pembiayaan formal akibat keterbatasan data usaha yang dimiliki.

"Kami mendapatkan laporan para peternak yang kerap menghadapi hambatan dalam mengakses pembiayaan formal akibat asimetri informasi berupa keterbatasan data yang valid, profil usaha yang tidak jelas, kapasitas produksi yang simpang siur, dan kondisi keuangan peternak yang belum terdokumentasi dengan baik," ujar Adi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, OJK melalui Pusat Inovasi OJK Infinity bersama ILO mengembangkan sistem ERP yang memungkinkan data produksi, operasional, dan keuangan koperasi terdokumentasi secara real time dan lebih sistematis. Sistem tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi usaha peternak.

Adi menjelaskan ERP juga telah terintegrasi dengan layanan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK). Integrasi tersebut memungkinkan data usaha peternak digunakan untuk membangun profil kredit yang lebih objektif sehingga memperbesar peluang memperoleh pembiayaan dari lembaga jasa keuangan.

"Melalui data yang dihasilkan oleh sistem ERP ini, pemeringkat kredit alternatif dapat membangun profil kredit peternak dengan lebih objektif, akurat, dan inklusif," katanya.

Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh, menilai digitalisasi memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas, memperluas akses pembiayaan, memperkuat ketahanan usaha, serta menciptakan peluang kerja yang lebih baik.

“Digitalisasi dapat meningkatkan produktivitas, memperluas akses terhadap pembiayaan, memperkuat ketahanan usaha, dan menciptakan peluang kerja yang lebih baik. Kemitraan ini menunjukkan bagaimana inovasi, kebijakan publik, dan kolaborasi multipihak dapat bekerja bersama untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” ujar Simrin.

Baca Juga: Mantan Pejabat OJK Ternyata Terlibat Kasus PT DSI, Ini Perannya

Baca Juga: OJK Catat Pindar Tumbuh 26%, Perbankan Jadi Penyokong Utama Pendanaan

Baca Juga: OJK Catat Pindar Tumbuh 26%, Perbankan Jadi Penyokong Utama Pendanaan

Sementara itu, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnder, menyatakan penguatan akses terhadap teknologi, informasi, dan layanan keuangan akan membantu peternak meningkatkan investasi serta produktivitas usaha.

Program ERP saat ini telah diterapkan di tiga koperasi sapi perah prioritas di Jawa Timur, yakni KAN Jabung, Koperasi Peternak Sapi Perah Setia Kawan (KPSP Setia Kawan), dan KPUD Tani Wilis. Ketiga koperasi tersebut menaungi lebih dari 10.000 peternak anggota.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri