Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        APBN Tahan Guncangan Konflik Iran, Purbaya: Nggak Ada Masalah

        APBN Tahan Guncangan Konflik Iran, Purbaya: Nggak Ada Masalah Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap tangguh menghadapi potensi krisis berkepanjangan, termasuk eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

        Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah membahas skenario ketahanan anggaran apabila krisis berlangsung lebih lama dari perkiraan.  Berdasarkan analisis sementara dan kondisi fiskal terkini, APBN dinilai masih berada dalam kategori baik.

        Baca Juga: Hadapi Eskalasi Global, Presiden Prabowo Tegaskan Kesiapan dan Peran Mediasi Indonesia

        Ini disampaikan Purbaya usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa (3/3/2026).

        "Ada bahas antara lain kalau krisis seperti ini berkepanjangan, tahan nggak anggarannya, anggarannya seperti apa. Kalau analisa kita yang ada sekarang sih masih cukup baik, jadi nggak ada masalah," ucapnya, dikutip dari Antara, Rabu (4/3).

        Lebih lanjut, Bendahara Negara ini mengatakan , salah satu faktor pendukung kondisi fiskal Indonesia yang tetap solid adalah kinerja penerimaan negara yang menunjukkan perbaikan signifikan pada awal tahun. Penerimaan pajak dan bea cukai pada Januari hingga Februari 2026 tercatat tumbuh sekitar 30 persen.

        "Itu angka yang signifikan sekali. Artinya, ada perbaikan yang signifikan di ekonomi dan perilaku orang-orang, pajak dan bea cukai," jelas dia.

        Purbaya juga menyebut bahwa pemerintah telah melakukan simulasi terhadap berbagai skenario harga minyak untuk satu tahun anggaran berjalan.

        Baca Juga: RI Tak Perlu Khawatir Jika Minyak Dunia Naik Imbas Perang AS-Iran, Purbaya Bilang Begini

        Ia mengatakan APBN masih bisa menyerap kenaikan harga minyak hingga level tertentu. Namun jika terjadi lonjakan ekstrem, maka perhitungan ulang akan dilakukan.

        "Jadi masih bisa di-absorb kalau harga minyak naik kalau terlalu tinggi. Tapi kalau ekstrem sekali akan kita hitung ulang," imbuh Purbaya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: