Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        50 Persen Penumpang ke Bandara Soetta Masih Pakai Kendaraan Pribadi, Bikin Macet

        50 Persen Penumpang ke Bandara Soetta Masih Pakai Kendaraan Pribadi, Bikin Macet Kredit Foto: Antara/Fauzan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta terus mematangkan persiapan operasional rute baru menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menjelang musim mudik Idulfitri 1447 H/2026 M.

        Rute baru tersebut akan melayani trayek Blok M–Bandara (SH2) sebagai tambahan layanan selain rute Kalideres–Bandara (SH1) yang sudah lebih dulu beroperasi.

        Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, mengatakan proses persiapan administratif dan teknis saat ini masih terus berjalan. Menurutnya, pihak Transjakarta telah melakukan pertemuan dengan Angkasa Pura untuk membahas kerja sama operasional pada pekan lalu.

        Draf nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) juga telah ditandatangani oleh pihak Transjakarta dan saat ini tengah menunggu proses penandatanganan dari pihak Angkasa Pura.

        "Pada prinsipnya Angkasa Pura mendukung penuh kehadiran rute baru ini karena akan menambah alternatif transportasi masyarakat dari dan menuju bandara," kata Welfizon, Kamis (5/3).

        Meski demikian, ia menyebut masih ada sejumlah penyesuaian yang tengah dibahas, terutama terkait pengaturan arus kendaraan di area terminal serta integrasi dengan moda transportasi internal bandara seperti Kalayang Soekarno-Hatta yang melayani perpindahan antarterminal.

        Target Beroperasi Sebelum Lebaran

        Welfizon menjelaskan, setelah proses MoU rampung, Transjakarta akan segera mendorong percepatan perizinan ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

        Targetnya, rute Blok M–Bandara sudah dapat beroperasi sebelum Lebaran guna mengakomodasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik.

        Untuk layanan ini, Transjakarta berencana mengoperasikan bus Metrotrans low entry berwarna oranye dengan lantai rendah. Bus tipe tersebut dinilai lebih ramah bagi penumpang yang membawa koper atau barang bawaan karena akses naik-turun lebih mudah.

        "Pola pemberhentian bus dirancang di halte sisi trotoar, bukan di jalur tengah, sehingga memudahkan akses penumpang, termasuk saat tiba di kawasan bandara," ujarnya.

        Rute Blok M–Bandara (SH2) direncanakan melintasi kawasan Blok M menuju koridor Jalan Jenderal Sudirman, kemudian naik melalui Simpang Susun Semanggi, melewati kawasan Kompleks MPR/DPR RI, dan selanjutnya masuk jalan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta.

        Sementara itu, rute Kalideres–Bandara (SH1) tetap beroperasi seperti biasa. Terkait titik pemberhentian di kawasan bandara, Transjakarta masih berkoordinasi dengan pengelola untuk menentukan lokasi akhir bus.

        Hal ini mempertimbangkan kebijakan pembatasan kendaraan yang masuk langsung ke masing-masing terminal guna mengurangi kemacetan.

        Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah pemberhentian yang terintegrasi dengan akses Kalayang. Menurut Welfizon, tingginya penggunaan kendaraan pribadi menuju bandara menjadi salah satu latar belakang penguatan layanan ini.

        Ia menyebut dari sekitar 50 persen penumpang bandara pada tahun lalu, sebagian besar masih menggunakan kendaraan pribadi sehingga akses dari pintu tol menuju area bandara kerap mengalami kepadatan.

        Untuk sementara, jam operasional layanan rute Blok M–Bandara direncanakan mengikuti pola reguler Transjakarta, yakni pukul 05.00 hingga 22.00 WIB.

        Namun, jadwal ini masih memungkinkan untuk disesuaikan dengan pola penerbangan, terutama penerbangan domestik yang biasanya lebih padat pada siang hari saat musim mudik.

        Sementara itu, tarif layanan rute baru tersebut tetap mengikuti tarif reguler Transjakarta yang berlaku saat ini, yakni Rp3.500 pada jam normal dan Rp2.000 pada waktu tertentu.

        “Dengan berbagai persiapan tersebut, Transjakarta menargetkan rute SH2 Blok M–Bandara dapat mulai beroperasi sebelum Lebaran sebagai bagian dari dukungan terhadap kelancaran arus mudik dan peningkatan akses transportasi publik ke Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Welfizon.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: