Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Satu dari Tiga Mobil di Indonesia adalah Toyota, Papua Catat Pangsa Pasar Tertinggi 47,7 Persen

        Satu dari Tiga Mobil di Indonesia adalah Toyota, Papua Catat Pangsa Pasar Tertinggi 47,7 Persen Kredit Foto: Muhamad Ihsan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Angka 31,2 persen bukan sekadar statistik pasar biasa. Itu artinya sepanjang 2025, setiap kali tiga mobil baru melintas di jalan Indonesia, satu di antaranya berlambang Toyota — sebuah dominasi yang sudah berlangsung lebih dari lima dekade dan belum menunjukkan tanda akan berakhir.

        "Kalau dikonversi menjadi market share, masih di atas 30 persen, artinya satu dari tiga mobil di Indonesia pada 2025 masih Toyota," ujar Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily di Jakarta, Jumat (6/3) malam.

        Di balik dominasi domestik, ada rekam jejak ekspor yang tidak kalah impresif. Sejak Indonesia pertama kali diposisikan sebagai basis ekspor kendaraan Toyota pada 1987, total pengiriman ke luar negeri hingga 2025 telah menembus 3.151.000 unit ke sekitar 100 negara.

        Toyota kini juga mulai memasuki babak baru dengan mengekspor kendaraan elektrifikasi sekaligus meningkatkan lokalisasi komponen untuk teknologi tersebut, transisi yang menempatkan Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tapi juga sebagai pemain dalam rantai nilai global industri electric vehicle.

        Keunggulan Toyota tidak merata dan itu justru menunjukkan betapa dalam pemahaman perusahaan terhadap karakter tiap pasar. Di Papua, dengan 10 outlet, Toyota menguasai 47,7 persen pasar angka tertinggi di seluruh Indonesia.

        Sulawesi mencatat 40,4 persen dengan Calya sebagai model paling diminati, sementara Kalimantan berada di 36,3 persen dengan Hilux yang mendominasi berkat kebutuhan kendaraan kerja berat. Sumatera menyumbang 37 persen dengan Kijang Innova sebagai primadona, Bali dan Nusa Tenggara di angka 32,6 persen, dan Jawa pasar terbesar dengan 210 outlet mencatat 30,5 persen.

        Loyalitas pelanggan Toyota tidak berhenti di showroom. Program T-Care yang menawarkan bebas biaya jasa dan suku cadang hingga servis ketujuh atau tiga tahun untuk kendaraan baru berhasil mendorong hampir 90 persen pelanggan melakukan perawatan di jaringan resmi.

        Jaringan purna jual itu kini didukung lebih dari 360 outlet resmi dan lebih dari 1.000 part shop yang tersebar di seluruh Indonesia.

        Ernando menegaskan kunci bertahannya Toyota di posisi teratas bukan dengan menjual produk yang sama di semua tempat.

        "Di mana pun Toyota berada di seluruh Indonesia, kami selalu sesuaikan dengan kebutuhan, kebiasaan, dan kondisi masyarakat di daerah setempat, kita memiliki diferensiasi dalam hal produk apa yang ditawarkan maupun bentuk after sales. Di daerah-daerah seluruh Indonesia pencapaian market share kami minimal di atas 30 persen, bahkan di beberapa titik ada yang mendekati 50 persen," jelasnya.

        Baca Juga: Toyota Indonesia Akui Ekspor ke Timur Tengah Terganggu, Rute Alternatif Sedang Dicari

        Perjalanan panjang Toyota di Indonesia dari impor Completely Built Up (CBU) pada 1971, lalu beralih ke perakitan lokal, kemudian manufaktur komponen dalam negeri, hingga kini menjadi basis ekspor global termasuk untuk kendaraan elektrifikasi mencerminkan transformasi industri otomotif nasional itu sendiri.

        Dan dengan market share yang tidak pernah turun di bawah 30 persen di satu pun wilayah Indonesia, Toyota tampaknya belum berencana turun dari posisi puncak dalam waktu dekat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: