Gandeng CATL dengan Investasi Rp1,3 Triliun, Toyota Siap Produksi Baterai Mobil Hybrid di Indonesia
Kredit Foto: Toyota
Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan CATL, produsen baterai asal Tiongkok.
Kolaborasi ini bertujuan memproduksi baterai di Indonesia untuk lini kendaraan hybrid electric vehicle (HEV) Toyota, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.
Laporan dari Carnewschina menyebutkan, ekspor direncanakan mulai pada paruh kedua 2026. Produk yang dikirim tidak hanya berupa paket baterai utuh (complete battery packs), tetapi juga berbagai komponen baterai lainnya.
Langkah ini didukung investasi sebesar Rp1,3 triliun atau sekitar 75,8 juta dolar AS untuk membangun fasilitas produksi sel dan modul baterai hybrid bersama CATL. Investasi tersebut diarahkan untuk mencapai lokalisasi penuh, mulai dari bahan mentah hingga produk jadi.
Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, menyatakan komponen sel dan modul yang sebelumnya masih diimpor akan segera diproduksi di dalam negeri.
“Saat ini, TMMIN telah memiliki lini perakitan battery pack di pabrik Karawang untuk memproduksi baterai bagi model Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Veloz HEV, dan Yaris Cross HEV. Lewat kolaborasi dengan CATL ini, kami berupaya meningkatkan kapasitas hingga mencakup manufaktur sel dan modul baterai secara menyeluruh,” ujarnya.
Proyek ini sejalan dengan strategi multi-pathway Toyota global yang mencakup berbagai teknologi ramah lingkungan, mulai dari HEV, plug-in hybrid (PHEV), battery electric vehicle (BEV), fuel cell vehicle (FCEV), hingga kendaraan berbahan bakar fleksibel berbasis bioetanol.
Ekspansi Toyota juga mengikuti tren pertumbuhan kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Berdasarkan data GAIKINDO tahun 2025, penjualan kendaraan elektrifikasi mencapai 177.367 unit, meningkat 71 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 103.452 unit.
Dari sisi produksi, Indonesia merakit 127.420 unit kendaraan elektrifikasi sepanjang 2025. Segmen hybrid masih mendominasi dengan produksi 97.462 unit atau sekitar 76,5 persen dari total output nasional.
Bagi CATL, kerja sama ini memperkuat ekspansinya di Indonesia. Pada Juni 2025, perusahaan tersebut telah memulai pembangunan pabrik baterai patungan di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas 15 GWh bersama Indonesia Battery Corporation dan PT Aneka Tambang.
Secara global, dominasi CATL juga terlihat kuat. Berdasarkan data China Automotive Battery Innovation Alliance pada kuartal pertama 2026, CATL menguasai sekitar 48,3 persen pangsa pasar baterai di Tiongkok dengan kapasitas terpasang mencapai 59,52 GWh.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat