Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat tata kelola pengusahaan di Batam agar lebih efisien, transparan, dan akuntabel.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelantikan sejumlah Anggota/Deputi Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) pada Jumat (13/3). Mereka yang dilantik antara lain Syarlin Joyo sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan, Fary Djemy Francis sebagai Deputi Bidang Investasi, dan Denny Tondano sebagai Deputi Bidang Pengusahaan.
“Diperlukan tata kelola pengusahaan yang efisien, cepat, transparan, dan akuntabel. Sehingga dengan demikian para pelaku usaha merasa nyaman dan mendapatkan kepastian dalam berusaha di Batam,” jelas Menko Airlangga, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Jumat (13/3).
Lebih lanjut, Menko Airlangga menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong Batam sebagai kawasan yang bersaing dengan kawasan lainnya di negara lain. Hal tersebut dapat ditunjukan dengan adanya peningkatan pertumbuhaan ekonomi yang diatas rata-rata regional atau provinsi, peningkatan investasi, penyerapan lapangan kerja baru, dan peningkatan infrastruktur kawasan yang berstandar internasional.
Selain itu, Pemerintah juga telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong pengembangan kawasan melalui penguatan aspek regulasi, antara lain melalui perubahan 4 (empat) Peraturan Pemerintah (PP) serta berbagai regulasi pendukung lainnya. Pemerintah juga telah meminta Kementerian/Lembaga terkait untuk memberikan dukungan dan fasilitasi kepada BP Batam, sehingga proses perizinan berusaha dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan efisien, dengan perizinan yang diperlukan cukup difasilitasi melalui BP Batam.
Baca Juga: Industri Tekstil Nasional Optimalkan Produksi Hadapi Permintaan Lebaran
Ke depan, Menko Airlangga mendorong BP Batam untuk memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia, termasuk menindaklanjuti berbagai komitmen investasi yang telah disepakati, seperti pengembangan industri semikonduktor. Langkah tersebut tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan realisasi investasi di kawasan Batam, tetapi juga menjadi bagian dari upaya strategis dalam menyiapkan transformasi ekonomi Indonesia ke depan yang semakin berbasis pada informasi dan teknologi, dengan industri semikonduktor sebagai salah satu tulang punggungnya.
“Dengan semangat kerja sama tidak hanya dalam internal tetapi juga dengan seluruh stakeholders di Batam, saya yakin Batam akan dapat menjadi daerah pengembangan industri dan wisata serta tujuan investasi,” pungkas Menko Airlangga.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: